Jakarta, SeputarSumut — Prestasi baru di panggung box office global berhasil dicatatkan oleh film horor Backrooms yang secara resmi dinobatkan sebagai sinema dengan perolehan pendapatan paling tinggi sepanjang sejarah berdirinya rumah produksi A24. Karya layar lebar yang berada di bawah arahan sutradara muda Kane Parsons tersebut sukses merebut predikat nomor satu yang pada periode sebelumnya dipegang oleh film Marty Supreme.
Rangkaian data finansial yang dilansir dari media Variety menunjukkan bahwa Backrooms sejauh ini telah sukses mengumpulkan akumulasi pundi-pundi pendapatan hingga mencapai angka 135 juta dolar AS khusus untuk wilayah domestik Amerika Utara saja.
Kilas Hiburan: Film Horor Backrooms Raih Pendapatan Tertinggi dalam Sejarah A24 Geser Rekor Marty Supreme
Selain itu, performa komersial film ini juga tampil sangat memukau di kancah internasional dengan mengantongi pendapatan sebesar 212,6 juta dolar AS secara global di seluruh dunia. Statistik perolehan tersebut secara otomatis menyalip rekor pendapatan Marty Supreme yang sebelumnya bertengger di posisi puncak lewat pencapaian total senilai 191 juta dolar AS di skala global.
Lompatan performa ini menjadi sebuah tonggak sejarah baru yang sangat gemilang bagi perusahaan A24, di mana studio tersebut sebenarnya baru saja memperbarui rekor pendapatan tertinggi mereka melalui penayangan film Marty Supreme pada momen awal tahun ini. Kendati demikian, dalam kurun waktu kurun dari satu tahun berjalan, catatan rekor prestisius tersebut langsung dipatahkan kembali oleh kehadiran sinema Backrooms.
Secara teknis, proyek film Backrooms ini digarap oleh sutradara Kane Parsons dengan mengandalkan susunan naskah cerita yang dirancang oleh penulis Will Soodik. Kerangka alur ceritanya sendiri diadaptasi secara langsung dari tayangan serial YouTube populer berjudul Backrooms yang diciptakan sendiri oleh Parsons, di mana konsepnya terinspirasi dari fenomena kisah creepypasta internet dengan judul yang sama.
Plot film Backrooms menyoroti petualangan dari tokoh utama bernama Clark, seorang pria yang berprofesi sebagai pemilik toko furnitur sekaligus mempunyai latar belakang sebagai mantan arsitek, yang secara tidak sengaja terperosok masuk ke dalam sebuah dimensi dunia misterius. Wilayah asing tersebut direpresentasikan sebagai sebuah labirin atau ruang liminal tanpa batas akhir yang menyimpan beraneka ragam ancaman teror mengerikan di setiap sudut areanya.
Lini departemen akting film ini diperkuat oleh penampilan aktor Chiwetel Ejiofor yang dipercaya mengemban peran sebagai Clark, serta didukung oleh aktris Renate Reinsve yang memainkan karakter Dr. Mary Kline, dan Lukita Maxwell yang menghidupkan tokoh Kathrine Taylor. Komposisi pemain juga dilengkapi oleh kehadiran Finn Bennett yang berperan sebagai Robert Franklin, serta aktor Mark Duplass yang memerankan sosok peneliti dunia Backrooms bernama Phil.
Semenjak diluncurkan secara resmi ke pasaran pada tanggal 29 Mei di kawasan Amerika Serikat, tayangan Backrooms secara konsisten mendulang respons yang sangat positif, baik dari kalangan pengamat film maupun para pencinta sinema. Buktinya, film ini sukses mengunci penilaian tinggi dengan skor sebesar 89 persen lewat predikat ‘Certified Fresh’ di situs Rotten Tomatoes yang didasarkan pada akumulasi hampir 240 ulasan para kritikus.
Rentetan keberhasilan komersial serta kualitas ini secara otomatis ikut mengantarkan nama Kane Parsons untuk menorehkan sejarah baru dalam industri perfilman dunia. Dalam usia yang baru menginjak 20 tahun, dirinya kini sah menjadi salah satu sutradara dengan usia termuda yang sanggup memimpin kesuksesan sebuah proyek film box office berskala besar di wilayah Amerika Utara.
Pasca-menyaksikan ledakan kesuksesan dari seri pertamanya, basis penggemar dalam kuantitas besar kini mulai menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap kelanjutan dari narasi cerita Backrooms. Di sisi lain, Parsons sebelumnya juga sudah sempat memberikan sinyal kuat bahwa dirinya memang telah menyusun sebuah rencana jangka panjang untuk mengeksplorasi serta mengembangkan cerita misteri tersebut menuju ke dalam proyek-proyek sinematik selanjutnya.
Berkat adanya pencapaian masif di sektor box office internasional tersebut, tingkat antusiasme dan rasa penasaran masyarakat dunia terhadap adaptasi layar lebar Backrooms terpantau kian melonjak tajam. Bagi para penikmat film di tanah air, karya horor ini dijadwalkan bakal mulai mengudara dan tayang secara resmi di jaringan bioskop Indonesia mulai tanggal 10 Juni 2026.(*/rri)

