Medan, SeputarSumut — Peralihan besar-besaran menuju pemanfaatan saluran digital untuk pemesanan tiket kereta api dilaporkan terjadi di kalangan masyarakat komuter serta transmigran di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut), lonjakan masif pada aspek transformasi teknologi layanan digital bagi penumpang tersebut terekam sepanjang rentang waktu Januari sampai dengan Mei 2026.
Akumulasi data pada lima bulan pertama di tahun ini memperlihatkan bahwa dari keseluruhan 1.145.548 penumpang yang bepergian menggunakan jasa kereta api di area Divre I Sumut, sebanyak 913.534 pelanggan di antaranya menjatuhkan pilihan untuk bertransaksi memakai aplikasi Access by KAI. Penguatan ekosistem digital KAI tidak hanya bersumber dari aplikasi ponsel saja, melainkan ditopang pula oleh aktivitas transaksi lewat situs internet resmi booking.kai.id yang mencatatkan pemakaian oleh 3.537 penumpang, di samping adanya pemaksimalan sarana mesin tiket box mandiri di area stasiun yang diakses oleh 6.039 pelanggan.
Berita Ekonomi: Mayoritas Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara Beralih ke Transaksi Digital Sepanjang Lima Bulan Pertama 2026
Gabungan kontribusi dari ketiga panggung digital tersebut berhasil mengumpulkan angka pengguna hingga menyentuh 923.110 individu, atau merepresentasikan porsi sekitar 80 persen dari total volume penumpang secara keseluruhan. Angka statistik ini menjadi bukti nyata bahwa penetrasi program digitalisasi yang disodorkan pihak KAI berhasil memberikan kemudahan bagi masyarakat lewat ketersediaan beragam opsi pembelian tiket yang dinilai praktis sekaligus efisien.
Ekspansi sistem digital ini merupakan perwujudan dari visi KAI dalam mengakselerasi aspek pelayanan serta mempermudah keterjangkauan akses bagi para pelanggan tanpa batasan waktu dan tempat, setitik penjelasan yang dipaparkan oleh Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.
Sebagai wujud penerapan digitalisasi yang ditempatkan secara langsung pada ruang stasiun, pihak KAI terpantau sudah menyediakan fasilitas unit tiket box pada 28 stasiun yang mengawal mobilisasi perjalanan para pelanggan di area operasi Divre I Sumatera Utara.
“Melalui fasilitas tiket box, pelanggan yang berada di stasiun dapat melakukan pembelian tiket secara mandiri dengan proses yang jauh lebih cepat dan mudah tanpa perlu mengantre lama. KAI terus berupaya menghadirkan layanan berbasis teknologi yang semakin dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Anwar di Medan, Selasa 09 Juni 2026.
Penyediaan mesin tiket box ini sekaligus berfungsi menjadi jalan keluar yang solutif bagi kelompok penumpang yang menemui hambatan ketika mengoperasikan aplikasi Access by KAI. Di samping mengakomodasi menu pembelian serta pencetakan tiket mandiri atau boarding pass, perangkat elektronik ini turut dipasangkan fitur reschedule atau penataan jadwal ulang serta menu pembatalan tiket secara mandiri, yang berujung pada pemberian fleksibilitas menyeluruh bagi calon penumpang.
Walaupun gelombang digitalisasi sudah memegang kendali utama dan mempermudah mayoritas pergerakan masyarakat, manajemen KAI Divre I Sumatera Utara memberikan penegasan mengenai komitmen institusinya untuk tetap mempertahankan pos layanan konvensional demi mengawal asas keadilan akses bagi tiap-tiap tingkatan konsumen.
Oleh sebab itu, KAI Divre I Sumatera Utara terpantau tetap membuka pos layanan loket penjualan tiket tatap muka secara langsung yang jalurnya tersebar di 15 stasiun strategis, membentang dari stasiun lintas Medan menuju Siantar, Tanjungbalai, hingga wilayah Rantauprapat. Fasilitas loket konvensional yang dioperasikan oleh petugas stasiun ini dipastikan tetap melayani transaksi penjualan langsung maupun pemesanan tiket dengan batas paling lambat 3 jam sebelum jadwal keberangkatan armada kereta api.
Anwar menambahkan bahwa penyatuan yang harmonis antara aspek modernisasi teknologi modern dan penyediaan layanan manual di area stasiun merupakan bagian dari strategi korporasi KAI untuk merawat inklusivitas dalam sistem bertransportasi.
“Masih tersedianya petugas di loket stasiun, berdampingan dengan masifnya penggunaan aplikasi Access by KAI serta fasilitas tiket box, adalah bukti nyata komitmen kami terhadap inklusivitas. KAI memastikan bahwa modernisasi teknologi tidak akan mengeliminasi akses bagi siapa pun. Seluruh kalangan masyarakat, baik yang sudah fasih digital maupun yang masih membutuhkan pendampingan, tetap dapat menikmati layanan kereta api dengan standar kenyamanan yang sama,” tutup Anwar.(Siong)

