seputar – Padang | Ratusan pendemo ‘Aksi Selamatkan Republik, Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)’ masih bertahan hingga kini di depan Gedung DPRD Sumatera Barat (Sumbar). Mereka masih terus menyampaikan kritikannya terhadap pemerintah.
Tak hanya berorasi, massa juga membawa poster. Bahkan salah satu poster yang dibawa seorang mahasiswa bertuliskan “Negara Diperkosa 1 Keluarga” menjadi sorotan.
Adapun sosok mahasiswi yang membawa poster itu adalah Rahmi Sabrina, mahasiswa Universitas Andalas. Dia mengaku membawa poster itu sebagai entuk protesnya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya telah mengacak-ngacak peraturan demi kepentingan pribadi.
“Bisa kita lihat yah, semua perubahan dimulai dari MK pada awal Pilpres itu. Sudah dirubah-rubah dan diacak-acak. Tapi karena MK sudah berubah ketua. Dan baru MK jalanya lurus karena tidak diisi oleh kroco Jokowi. Namun DPR yang masih diisi kroco Jokowi dengan mudah merubah aturan. Di mana itu tujuannya menaikkan keluarganya. Jadi kita saat ini diperkosa satu keluarga Jokowi,” kata Rahmi Sabrina, Kamis (22/8/2024).
Rahmi menilai langkah yang dilakukan DPR RI yang menjegal keputusan MK merupakan skenario melanggengkan dinasti pada Pilkada tahun ini.
“Anaknya ya, diarahkan menjadi Wakil Presiden dan Gubernur. Untuk Gibran sudah menjadi wakil. Tinggal Kaesang dan menantunya yang akan menjadi Gubernur. Jadi di sana rakyat Indonesia jatuh. Kita sudah melihat, anak-anaknya hingga menantunya harus naik dalam kekuasaan, sehingga politik dinasti sudah dilanggengkan oleh mereka,” ungkapnya.
Selain membawa poster, Rahmi juga sempat berorasi beberapa menit untuk membangkitkan semangat massa aksi.
Sementara pantauan detikSumut, hingga pukul 15.35 WIB massa aksi sudah bergeser ke depan gerbang Gedung DPRD Sumbar. Massa berupaya masuk ke kantor wakil rakyat tersebut. Sebelumnya mereka berkumpul di Jalan Simpang Tiga DPRD.
Massa aksi menuntut pimpinan DPRD Sumbar untuk menemui mereka. Sebab sampai saat ini pimpinan DPRD Sumbar tak kunjung menemui massa.
Berdasarkan informasi yang diterima detikSumut di lapangan, bahwa pimpinan maupun anggota DPRD Sumbar saat ini berada di luar daerah karena dalam rangka kunjungan kerja. Sehingga tidak ada yang menemui massa aksi. (detik)