Medan, SeputarSumut — Kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Harga daging ayam tercatat mengalami koreksi tajam hingga 15 persen jika dibandingkan dengan posisi harga pasca perayaan Idulfitri beberapa waktu lalu, sementara harga minyak goreng curah juga mulai bergerak turun mengikuti pelemahan harga komoditas global.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, memberikan analisis mendalam mengenai dinamika pasar pangan ini di Medan pada Selasa, 28 April 2026. Menurut pantauannya melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), penurunan harga daging ayam di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Brayan sangat terasa, di mana harga menyusut dari Rp40.000 per kg pada 22 April menjadi Rp34.500 per kg saat ini.
Berita Ekonomi: Harga Daging Ayam dan Minyak Goreng di Medan Turun, Gunawan Benjamin Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Beras
“Pemicu utama penurunan harga ini adalah adanya lonjakan pasokan atau persediaan di pasar. Berdasarkan hasil perhitungan saya, kenaikan stok daging ayam dalam dua pekan belakangan ini meningkat dari 30 persen pada pekan sebelumnya, dan kembali bertambah sebanyak 4 persen pada pekan ini,” ujar Gunawan Benjamin di Medan, Selasa (28/4/2026).
Gunawan juga menambahkan bahwa penurunan harga daging ayam tersebut saat ini didominasi oleh melimpahnya jumlah ayam potong dalam ukuran kecil yang masuk ke pasar. Selain komoditas ayam, harga minyak goreng curah di wilayah Medan, khususnya di Pasar Sukaramai, terpantau mengalami penurunan sebesar Rp500 per kg.
“Harga bahan baku utama minyak goreng yaitu CPO (Crude Palm Oil) telah turun dari kisaran 4.800 ringgit per ton menjadi sekitar 4.534 ringgit per ton. Meskipun ada tren turun, penurunan harga minyak goreng di tingkat konsumen belakangan ini sempat terhambat oleh adanya kenaikan harga plastik kemasan,” jelasnya lebih lanjut.
Meskipun mengalami penurunan harga di pasar dunia, Gunawan mencatat bahwa harga CPO masih bertahan di atas level 4.000 ringgit per ton. Hal ini dikarenakan harga CPO masih mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini telah menembus level 109 dolar AS per barel.
Di tengah penurunan harga ayam dan minyak goreng, Gunawan Benjamin memberikan peringatan serius kepada pemerintah untuk memantau perkembangan harga beras. Ia mencatat bahwa harga beras mulai menunjukkan tren kenaikan meskipun saat ini pergerakannya masih sangat tipis.
“Pemerintah harus memantau serius perkembangan harga beras, mengingat ada banyak kemungkinan harga beras bisa melanjutkan tren kenaikannya. Tekanan ini didorong oleh harga gabah kering giling yang sudah berada di atas level Rp8.000 per kg,” tegas Gunawan.
Selain faktor harga gabah, Gunawan menyebutkan bahwa ancaman fenomena El Nino serta berakhirnya musim panen padi di wilayah Sumatera Utara menjadi faktor risiko yang dapat memicu kenaikan harga beras lebih lanjut di masa depan. Upaya mitigasi dinilai sangat penting agar tren kenaikan beras tidak mengganggu stabilitas inflasi daerah.(Siong)

