Jakarta, SeputarSumut — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo sub Holding PTPN III (Persero) mengumumkan perolehan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 90,3 persen dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2024 yang tercatat senilai Rp3,72 triliun.
Pencapaian finansial tersebut dipaparkan secara langsung di hadapan para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Manajemen perseroan menjelaskan bahwa lompatan keuntungan ini didorong oleh pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), optimalisasi efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis yang memberikan nilai tambah di tengah volatilitas pasar energi, tantangan ekonomi global, dan anomali iklim sepanjang tahun 2025.
Berita Ekonomi: Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
“Alhamdulillah, laba Bersih Setelah Pajak (Net Profit) tahun 2025 mencapai angka Rp7,08 Triliun atau 90,3% lebih tinggi jika dibandingkan perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp3,72 Triliun,” sebut Jatmiko dalam paparannya di Kantor BP BUMN Jakarta, Selasa (30/06/2026).
Faktor lain yang memicu penguatan kinerja ini adalah kenaikan harga jual rata-rata komoditas CPO sepanjang tahun 2025 yang bertengger di angka Rp14.223 per kilogram, atau meningkat 10,4 persen dari tahun 2024. Pihak manajemen berhasil memanfaatkan momentum pergerakan harga pasar tersebut melalui peningkatan volume penjualan luar serta penekanan efisiensi biaya.
“Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 10 persen di tahun 2025 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan,” bebernya.
Apabila ditinjau dari historis pembentukan perusahaan dalam tiga tahun terakhir, profitabilitas PalmCo memperlihatkan kurva pertumbuhan yang eksponensial. Perseroan membukukan laba sebesar Rp2,53 triliun pada tahun 2023, kemudian merangkak naik menjadi Rp3,72 triliun pada tahun 2024, hingga akhirnya menembus rekor Rp7,08 triliun pada tahun 2025, yang diklaim sebagai tingkat keuntungan tertinggi selama masa transformasi bisnis.
Kemajuan tidak hanya terjadi pada laba bersih, melainkan turut tecermin pada berbagai indikator keuangan utama korporasi lainnya. Nilai EBITDA perusahaan melonjak hingga 46 persen menjadi Rp13,27 triliun dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp9,09 triliun, sementara rasio tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) kini menyentuh level 9,2 persen.
Dari aspek capaian operasional di lapangan, PalmCo sukses memproduksi komoditas CPO sebanyak 2,70 juta ton sepanjang tahun 2025. Total volume panen dan olahan tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,87 persen dibandingkan hasil produksi tahun sebelumnya yang tertahan di angka 2,490 juta ton.
Meskipun demikian, jajaran manajemen menegaskan bahwa hasil memuaskan ini tidak akan membuat perusahaan cepat berpuas diri dalam mengawal proses transformasi yang sedang berjalan. Ke depan, manajemen berkomitmen melakukan evaluasi operasional secara berkala, memperketat sistem manajemen risiko, serta memacu efisiensi demi menjaga keberlanjutan roda bisnis ke depan.
“Terimakasih atas dukungan penuh pemegang saham. Apresiasi untuk kerja keras seluruh insan Perseroan. Capaian ini menjadi milestone, tapi bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus tumbuh mengoptimalkan kinerja operasi dan finansial agar terus memberikan manfaat maksimal,” ujar Jatmiko.
Di samping mengukir prestasi internal, PalmCo juga memastikan bahwa pertumbuhan skala korporasi berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas serta jaminan kesejahteraan para petani mitra mereka. Berdasarkan basis data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), PTPN IV PalmCo dinobatkan sebagai korporasi paling aktif di tingkat nasional pada tahun 2025 dengan cakupan 6.672 hektare pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Berkat program pembinaan tersebut, para petani plasma binaan perseroan berhasil mencatatkan angka produktivitas kelapa sawit yang mumpuni di atas standar nasional, dengan rata-rata hasil panen mencapai 20,18 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare dalam satu tahun. Kenaikan produktivitas lahan ini memberikan dampak finansial yang nyata bagi penguatan kantong pendapatan para petani setempat.
Pada target jangka panjang, PalmCo mengonfirmasi bakal melanjutkan ekspansi hilirisasi industri kelapa sawit secara masif. Langkah strategis ini mencakup pemanfaatan serta optimalisasi berbagai produk turunan sawit untuk dikonversi menjadi bahan baku renewable biogasoline guna menyokong target ketahanan energi nasional.
“Semoga PalmCo dapat menjalankan dengan baik seluruh amanat yang diembankan pemerintah, berkontribusi maksimal dalam kemandirian pangan dan energi negeri,” tutupnya.(REL/Siong)


