Jakarta, SeputarSumut — Tim nasional Maroko berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan dramatis melalui babak adu penalti atas Belanda pada fase 32 besar. Berkat keunggulan dalam drama adu penalti tersebut, skuat berjuluk Singa Atlas ini dipastikan akan menantang Kanada yang sudah lebih dulu mengamankan tiket di babak berikutnya.
Pertandingan penentuan babak 32 besar antara Belanda melawan Maroko ini dilangsungkan di Boston, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026). Sejak sepak mula, armada Belanda sejatinya tampil mendominasi jalannya permainan, namun mereka menemui jalan buntu dan kesulitan untuk meruntuhkan tembok pertahanan kokoh yang dibangun oleh lini belakang Maroko.
Update Olahraga: Maroko Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis
Memasuki menit ke-20, Maroko mulai memperlihatkan keberanian untuk keluar menyerang dan memberikan tekanan. Peluang emas sempat diperoleh melalui aksi Neil El Aynaoui serta Achraf Hakimi, tetapi upaya mereka masih sanggup dipatahkan oleh kiper Belanda, sehingga paruh pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Intensitas pertandingan meningkat semakin sengit ketika memasuki paruh kedua, di mana Maroko gantian mengambil alih kendali serangan. Kendati demikian, Belanda justru sukses mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-72 melalui gol Cody Gakpo yang memanfaatkan situasi kemelut di muka gawang Maroko dengan sepakan keras.
Kemenangan Belanda yang sudah di depan mata sirna setelah Maroko melahirkan gol balasan pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+1. Gol penyama kedudukan itu dilesakkan oleh Issa Diop yang memaksa waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1, sehingga laga harus diteruskan ke babak tambahan waktu 2×15 menit.
Dikarenakan tidak ada satu pun gol tambahan yang tercipta sepanjang babak extra time tersebut, maka penentuan tim pemenang terpaksa dialihkan ke dalam sesi adu penalti.
Pada kesempatan penendang pertama, algojo Belanda Teun Koopmeiners menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara eksekutor pertama Maroko, Neil El Aynaoui, mengalami kegagalan.
Memasuki penendang kedua, giliran pemain Belanda Justin Kluivert yang gagal mencetak gol karena bola menerpa mistar gawang, yang kemudian berhasil disamakan oleh Maroko melalui eksekusi Soufiane Rahimi.
Belanda kembali memimpin lewat gol Wout Weghorst selaku penendang ketiga, yang langsung dibalas secara instan oleh algojo Maroko, Chemdine Talbi.
Tensi semakin menegangkan setelah penendang keempat Belanda, Quinten Timber, melepaskan tembakan yang melebar dari sasaran, namun momentum itu gagal dimanfaatkan Maroko lantaran sepakan Achraf Hakimi membentur mistar.
Penjaga gawang Maroko tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menepis sepakan Crysencio Summerville yang maju sebagai penendang kelima Belanda. Kemenangan dramatis Maroko akhirnya dikunci oleh Ismael Saibari yang sukses mengeksekusi penalti terakhir untuk mengubah skor adu penalti menjadi 3-2.
Hasil positif ini mengantarkan Maroko menembus babak 16 besar untuk menghadapi Kanada, di mana Kanada sebelumnya telah mengamankan posisi setelah mendulang kemenangan atas Afrika Selatan.
Susunan Pemain Belanda Vs Maroko
Belanda (3-4-3)
Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Jan van Hecke; Nathan Ake (Teun Koopmeiners 71′), Micky van De Ven (Joreel Hato 86′); Frenkie de Jong (Marten de Roon 110′), Ryan Gravenberch (Quinten Timber 86′); Crysencio Summerville, Brian Brobbey (Wout Weghorst 71′), Cody Gakpo (Justin Kluivert 113′)
Pelatih: Ronald Koeman
Maroko (4-2-3-1)
Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad (Anass Salah Eddine 75′), Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi (Samir El Mourabet 79′), Azzedine Ounahi (Soufiane Rahimi 86′); Neil El Aynaoui, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss (Chemdine Talbi 86′); Brahim Diaz (Gessime Yassine 79′)
Pelatih: Mohamed Ouahbi.(*/dtk)


