Medan, SeputarSumut — Pebalap muda berbakat binaan PT Astra Honda Motor, M. Kiandra Ramadhipa, sukses menyumbangkan tambahan sembilan poin dari jalannya balapan pertama demi mempertahankan peluang besar dalam persaingan perebutan takhta tertinggi klasemen sementara. Pemuda kelahiran Sleman, Yogyakarta tersebut sukses menyajikan penampilan yang sangat kompetitif dalam dua sesi balapan yang digelar di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Spanyol pada Minggu 5 Juli 2026. Meskipun demikian, torehan tambahan poin di putaran ini membuat posisinya tetap kokoh bersaing di jajaran papan atas.
Saat ini Ramadhipa menduduki peringkat keempat pada klasemen sementara dengan total raihan 60 poin, di mana ia hanya memiliki selisih sembilan poin dari posisi puncak yang tengah ditempati bersama oleh tiga pebalap sekaligus. Kompetisi FIM MotoJunior World Championship sendiri dijadwalkan bakal bergulir kembali dalam waktu tiga pekan ke depan sebelum kompetisi memasuki jeda libur musim panas. Untuk putaran keempat musim ini, balapan akan diselenggarakan di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada tanggal 24–26 Juli mendatang.
Update Olahraga: Pebalap Astra Honda Motor M Kiandra Ramadhipa Jaga Peluang di Klasemen Moto3 Junior World Championship Usai Balapan di Jerez
Jalannya balapan pertama ditandai dengan kondisi suhu lintasan yang cukup ekstrem karena mendekati angka 44 derajat Celsius. Mengusung bendera Honda Asia Dream Racing Junior Team, Ramadhipa sempat mengawali perlombaan dengan momen start yang kurang maksimal. Walaupun dirinya sempat tampil memukau saat sesi kualifikasi hingga berhak menempati grid start kelima, posisi Rama justru melorot ke urutan delapan setelah melewati tikungan-tikungan awal. Ketika dirinya tengah berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan dari kelompok pebalap terdepan, perlombaan terpaksa dihentikan akibat kibasan ‘red flag’ menyusul adanya insiden yang menimpa salah seorang pebalap. Setelah lintasan kembali aman, balapan diputuskan untuk dilanjutkan dengan durasi yang dipangkas menjadi 10 lap saja, di mana Ramadhipa memulai kembali dari posisi delapan. Persaingan sengit yang terjadi di lintasan sempat membuat posisinya terlempar keluar dari zona 10 besar, namun ia perlahan bangkit memperbaiki keadaan hingga akhirnya menyentuh garis finish di urutan ketujuh.
Berselang tiga jam dari mulainya balapan pertama, balapan kedua pun resmi dilaksanakan dengan kondisi aspal sirkuit yang semakin membara hingga menyentuh angka 60 derajat Celsius. Pada kesempatan kali ini, Ramadhipa sanggup melancarkan aksi start dengan sangat baik dan langsung terlibat persaingan sengit di kelompok lima besar. Keuntungan sempat berpihak kepadanya setelah dua pebalap di posisi terdepan mengalami kecelakaan pada lap-lap awal, sehingga Ramadhipa yang mengendarai motor NSF250RW berkesempatan besar memperebutkan podium. Dirinya terus tampil gigih dalam mempertahankan posisinya demi mengamankan tempat di podium tersebut. Sial bagi sang pebalap, sebuah insiden kurang beruntung menghampirinya di putaran terakhir ketika motornya mengalami benturan dengan kontestan lain hingga membuatnya tersungkur. Meski sempat terjatuh, ia langsung bangkit untuk melanjutkan jalannya balapan dan harus rela menyudahi perlombaan di urutan ke-21.
“Race satu berjalan cukup sulit. Saya berusaha tetap berada di grup depan namun kesulitan menemukan ritme, sehingga saya memutuskan untuk bertahan dan poin berhasil diamankan. Di race kedua, sejak awal saya mencoba memimpin jalannya balapan, tetapi belum berhasil. Sayang, pada lap terakhir pebalap lain menabrak sisi kanan motor hingga saya terjatuh. Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil kuat dan cepat di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.
Apresiasi tinggi terhadap daya juang yang ditunjukkan oleh Ramadhipa sepanjang putaran di Sirkuit Jerez turut datang dari Andy Wijaya selaku General Manager Marketing Planning and Analysis AHM. Menurut pandangannya, sang pebalap muda berhasil memperlihatkan grafik performa yang terus meningkat pada dua balapan yang dinamis tersebut, walaupun hasil akhir yang manis memang belum sepenuhnya berpihak. Langkah evaluasi mendalam dipastikan akan segera dilakukan pihak AHM bersama tim agar dapat kembali mempersembahkan prestasi yang membanggakan bagi tanah air.
“Ramadhipa mampu menunjukan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Melalui semangat satu hati, kami pun terus mendukungnya agar dapat terus bersaing dengan optimal dan semakin melesat pada putaran berikutnya,” ujar Andy Wijaya.
Dukungan serta kebanggaan senada juga diutarakan oleh Gunarko Hartoyo selaku Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy yang bertindak sebagai main dealer Honda di kawasan Sumatera Utara. Ia menilai bahwa ketangguhan mental yang dipertontonkan oleh Ramadhipa di lintasan balap telah menjelma menjadi stimulus motivasi yang luar biasa bagi para penggemar balap Honda serta segenap elemen masyarakat di Sumatera Utara. Proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten terhadap para talenta muda Indonesia hingga sanggup menembus kancah internasional menjadi cerminan dari komitmen kuat Honda untuk melahirkan generasi berprestasi, yang diharapkan mampu melecut semangat pemuda Sumut agar berani mengejar impian mereka di berbagai bidang usaha.
“Kami di Sumatera Utara tentu turut memberikan dukungan penuh bagi perjuangan Ramadhipa. Semoga hasil positif yang diraih di Jerez menjadi bekal berharga untuk tampil semakin kompetitif pada putaran berikutnya dan terus membawa harum nama Indonesia di kancah balap internasional,” ujar Gunarko Hartoyo.(Siong)


