Jakarta, SeputarSumut — Kelelahan yang sering muncul tanpa alasan jelas di usia 40-an tahun perlu dicurigai sebagai salah satu tanda awal yang paling umum dari andropause. Menginjak usia 40-an, banyak pria mulai merasakan berbagai keluhan fisik, seperti penurunan semangat yang drastis serta kondisi tubuh yang menjadi lebih mudah lelah.
Sebagian besar pria menganggap bahwa hilangnya gairah dan energi seiring bertambahnya usia merupakan proses yang normal. Namun, fenomena biologis ini sebenarnya berkaitan erat dengan perubahan sistem hormonal di dalam tubuh mereka. Penurunan fungsi biologis manusia memang terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu, terutama saat memasuki rentang usia paruh baya sekitar 40-an hingga 50-an tahun, di mana produksi berbagai hormon mulai merosot.
Pernik Ragam: Penyebab Penurunan Semangat dan Tubuh Mudah Lelah pada Pria Usia 40 Tahun ke Atas Akibat Andropause
Hormon testosteron pada tubuh pria tercatat akan berkurang setidaknya sekitar 1 persen setiap tahunnya setelah mereka melewati usia 40 tahun. Fase penurunan inilah yang dikenal dalam dunia medis dengan istilah andropause. Melalui siklus ini, pria terbukti bisa mengalami kondisi yang serupa dengan fase menopause pada wanita, yang membawa serangkaian gejala tidak nyaman bagi tubuh. Andropause sendiri didefinisikan sebagai keadaan ketika kadar testosteron pria menurun secara perlahan seiring bertambahnya usia, sehingga kerap disebut pula sebagai ‘menopause pria’.
Dampak dari fase ini memengaruhi sisi emosional serta psikologis dari seorang pria. Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam Expert Opinion on Pharmacotherapy mencatat bahwa andropause sering dikaitkan pada perubahan psikologis, seperti penurunan rasa sejahtera dan energi. Ulasan tersebut juga mencatat, bagi sebagian pria, penyesuaian kadar testosteron dengan terapi dapat kembali meningkatkan energi.
Kondisi lesu dan kurang bertenaga juga menjadi indikator utama yang perlu diwaspadai sejak dini. Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Medicine juga mencatat bahwa kelelahan menjadi salah satu tanda awal yang paling umum dari andropause. Jika sering mengalami lelah tanpa alasan jelas di usia 40-an, maka Anda perlu curiga. Selain rasa lelah yang berkepanjangan, berkurangnya hormon testosteron yang memicu andropause ini juga dapat menyebabkan pria mengalami depresi, gangguan tidur, hingga penurunan kemampuan atau kesulitan untuk berkonsentrasi.
Perubahan perilaku lain yang cukup signifikan adalah hilangnya ketertarikan terhadap hobi atau aktivitas kegemaran. Bagi sebagian pria, andropause juga bisa membuat mereka kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai. Hal ini ditemukan dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Przeglad Menopauzalny. Studi tersebut menjelaskan bahwa rasa kehilangan minat tersebut nantinya akan muncul secara bersamaan dengan tubuh yang mudah lelah, memburuknya suasana hati atau mood, adanya gangguan konsentrasi, sampai dengan munculnya kesulitan tersendiri saat harus menghadapi tekanan stres.
Meskipun andropause merupakan proses alamiah yang tidak dapat dilawan oleh tubuh, pria tetap dapat melakukan tindakan preventif secara mandiri. Langkah modifikasi atau perbaikan gaya hidup bisa diterapkan untuk menjaga agar kadar hormon testosteron di dalam tubuh tetap stabil, sehingga kehidupan sehari-hari dapat dijalani dengan kondisi yang lebih berenergi.(*/cnni)


