Jakarta, SeputarSumut — Platform streaming Netflix secara resmi telah merilis serial aksi thriller terbaru berjudul Man on Fire pada Kamis, 30 April 2026. Mengutip laporan dari Tudum by Netflix, serial ini menempatkan aktor Yahya Abdul-Mateen II sebagai pemeran utama dalam alur cerita yang penuh ketegangan.
Dalam serial ini, Yahya Abdul-Mateen II memerankan karakter John Creasy, seorang mantan prajurit Pasukan Khusus yang memiliki keterampilan tinggi dan ketahanan luar biasa dalam menghadapi kondisi berbahaya. Meskipun memiliki latar belakang militer yang tangguh, Creasy kini harus berhadapan dengan realita sulit berupa gangguan trauma pascatrauma atau PTSD serta berbagai persoalan pribadi yang pelik.
Kilas Hiburan: Sinopsis Serial Man on Fire 2026 di Netflix Kisah Perjuangan John Creasy Melawan Trauma dan Masa Lalu
Alur cerita memperlihatkan upaya John Creasy untuk meninggalkan lembaran hitam masa lalunya demi mendapatkan awal hidup yang baru. Namun, perjalanan untuk menata kembali kehidupannya ternyata menemui banyak rintangan, di mana ia terus didera oleh gejolak konflik batin serta keinginan kuat untuk melakukan aksi balas dendam.
Kualitas akting dalam serial ini juga diperkuat oleh jajaran pemeran lainnya, seperti Billie Boullet yang berperan sebagai Poe Rayburn, Alice Braga sebagai Valeria Melo, dan Scoot McNairy yang memainkan karakter Henry Tappan. Selain itu, Paul Ben-Victor turut bergabung sebagai Moncrief, sedangkan Bobby Cannavale memerankan Paul Rayburn, dengan catatan bahwa Scoot McNairy dan Bobby Cannavale juga hadir sebagai bintang tamu dalam produksi ini.
Secara historis, serial Man on Fire merupakan hasil adaptasi dari novel legendaris karya A.J. Quinnell yang dipublikasikan pertama kali pada tahun 1980. Untuk musim perdananya yang terdiri dari tujuh episode, sutradara Steven Caple Jr. dipercaya untuk menggarap dua episode pembuka serial tersebut.
Sebagai sebuah tontonan yang memadukan unsur laga dengan kedalaman emosional, serial ini menggambarkan secara detail transformasi seorang pria yang berupaya keras mengalahkan trauma masa lalunya. Melalui narasi tersebut, penonton diajak melihat perjuangan tokoh utama dalam mencari peluang untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik di tengah bayang-bayang kelam yang menghantuinya.(*/rri)

