Jakarta, SeputarSumut — Sikap positif ditunjukkan oleh pemerintah Tiongkok dan Rusia dalam merespons nota kesepahaman atau MoU yang baru saja ditandatangani secara digital oleh pihak Amerika Serikat (AS) dan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyatakan bahwa pihak Beijing memberikan sambutan baik atas kesepakatan tersebut dan menaruh harapan besar agar kedua negara dapat segera menerapkan poin-poin yang telah disetujui.
“China menyambut baik perkembangan ini dan berharap semua pihak terkait, termasuk AS dan Iran, menjunjung semangat atas perjanjian tersebut dan sungguh-sungguh menghormati komitmen mereka,” ujar Lin Jian dalam sesi konferensi pers pada Kamis (18/6), seperti dikutip dari AFP.
Dunia Internasional: Tiongkok dan Rusia Dukung Nota Kesepahaman Damai Amerika Serikat dengan Iran
Lebih lanjut, Lin Jian menjelaskan bahwa negaranya sangat berharap agar pihak AS dan Iran dapat terus menjaga sikap rasional demi menemukan titik temu dalam proses penyusunan kesepakatan final di masa mendatang.
Langkah serupa juga diambil oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Kamis yang memberikan apresiasi atas peresmian dokumen kerja sama antara AS dan Iran tersebut. Melalui rilis resmi di situsnya, pihak Kemlu Rusia mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar berkomitmen penuh mematuhi seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani.
“Kami menyambut baik kesepakatan yang tercapai dari jarak jauh oleh presiden kedua negara, Donald Trump dan Miroslav Pezeschkian, untuk mengakhiri konflik militer antara AS dan Iran. Kami mencatat komitmen bersama yang teguh yang ditunjukkan Washington dan Teheran untuk secara ketat mematuhi ketentuan-ketentuan tersebut,” tulis pernyataan resmi Kemlu Rusia sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Pihak otoritas Rusia juga menegaskan pentingnya bagi seluruh pihak yang terlibat dalam perselisihan ini untuk mengikuti seluruh regulasi selama masa yang telah ditetapkan. Hal tersebut dinilai sangat krusial demi mengantisipasi terjadinya lonjakan ketegangan baru di kawasan itu.
“Kami berharap terwujudnya perdamaian akan membantu memulihkan kepercayaan dalam hubungan antar negara di kedua sisi Teluk Persia, dan navigasi yang aman dan tanpa hambatan dapat berlanjut di Selat Hormuz,” tambah pernyataan dari Kemlu Rusia.
Proses penandatanganan MoU secara digital oleh Amerika Serikat dan Iran ini sendiri diproyeksikan menjadi fondasi awal bagi terciptanya perjanjian damai yang permanen di antara kedua negara tersebut.
Di dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak menyatakan komitmen bersama untuk menyudahi peperangan di seluruh lini pertempuran yang sedang berlangsung, termasuk di wilayah Lebanon. Selain itu, nota kesepahaman ini juga mencakup regulasi terkait program nuklir milik Iran serta keputusan penghapusan sanksi-sanksi ekonomi yang sebelumnya dijatuhkan oleh AS kepada Iran.
Pada bagian akhir perjanjian, pihak AS beserta para negara sekutunya juga menyatakan kesiapan mereka untuk menyalurkan dana kompensasi kepada Iran sebagai ganti rugi atas segala bentuk kerusakan yang muncul sepanjang periode peperangan.(*/cnni)

