Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Senin, Mei 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Medan

Wali Kota Medan Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo di Taman Budaya

Oleh Redaksi 15
Minggu, 3 Mei 2026
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo di Taman Budaya Medan, Sabtu (2/5/2026).(Dok:Diskominfo Medan)

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo di Taman Budaya Medan, Sabtu (2/5/2026).(Dok:Diskominfo Medan)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menunjukkan dukungannya terhadap geliat seni dan sastra di Kota Medan dengan menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo di Taman Budaya Medan, Sabtu (2/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan itu bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi penegasan bahwa pembangunan kota juga harus menyentuh ruang rasa, budaya, dan kreativitas.

Festival yang digagas Medan Theater itu mengangkat karya puisi dari buku Kopi dan Kepo tulisan Hasan Al Bana. Festival Musikalisasi Puisi ini pun sukses menyedot perhatian ratusan seniman, akademisi, hingga pelajar, menjadikannya panggung apresiasi budaya yang hidup dan energetik. Tidak hanya itu Alunan nada dan bait-bait sastra menyatu dalam harmoni yang memukau seluruh pengunjung.

Info Medan: Wali Kota Medan Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo di Taman Budaya

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Dalam sambutannya Wali Kota Medan Rico Waas mengaku kehadirannya dilandasi rasa “kopi” dan “kepo” yang ia maknai secara filosofis.

Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan. Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban.

“Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup,” kata Rico Waas didampingi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Laksamana Putra Siregar dan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Amsar.

Berita Terkait

Peringatan Hardiknas 2026 Wali Kota Medan Rico Waas Komitmen Tingkatkan Pendidikan Inklusif dan Metode Deep Learning

Terima DPP PPRS Indonesia, Rico Waas: Jaga Kelestarian Budaya dari Gempuran Teknologi

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain.

“Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota,” tegas Rico Waas 

Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.

Sebelumnya Founder Medan Teater Ahmad Munawar Lubis menuturkan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah perayaan atas “rasa” yang seringkali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskannya karya-karya yang ditampilkan merupakan kristalisasi dari berbagai emosi manusia—mulai dari keresahan, tawa yang tertahan, hingga air mata yang jatuh dalam diam. Medan Theater sendiri, menurutnya, dibangun bukan di atas kemegahan gedung, melainkan di atas fondasi kepercayaan dan kesetiaan untuk mengubah rasa sakit menjadi keindahan.

Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo pun berlangsung dalam suasana hangat, sarat makna, dan menjadi ruang pertemuan antara sastra, musik, serta semangat kebudayaan yang hidup di Kota Medan. Festival yang menampilkan karya penulis Hasan Al Bana dan musik dari grup 7 Keliling ini pun resmi dibuka, membawa harapan baru bagi bangkitnya ruang-ruang kreatif di Kota Medan.(*/redaksi)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Tunjukkan Dominasi, Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026
  • Pendidikan Nasional Berusia 137 Tahun, Tapi 85 SDN di Medan Ditutup Karena Minim Murid
  • Sony Pictures Rilis Teaser Resident Evil 2026 Karya Zach Cregger Tayang 18 September
  • Mengenal Kandungan Kolesterol pada Ikan Asin dan Dampak Konsumsi Natrium Berlebih Bagi Kesehatan
  • Tiongkok Tegas Tolak Sanksi Amerika Serikat Terhadap Lima Perusahaan Penyulingan Minyak Iran
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.