seputar-Medan | Kelompok Jamaah Islamiyah atau yang dikenal dengan sebutan “JI” di Sumatera Utara (Sumut) menyatakan secara resmi telah membubarkan diri.
Menandai pembubaran ini sebanyak 177 anggota JI di wilayah Sumut berikrar menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembacaan ikrar berlangsung di Gedung Asrama Haji Medan, Senin (19/8/2024).
Info Medan: 177 Anggota Jamaah Islamiyah di Sumut Berikrar Kembali ke Pangkuan NKRI
Sebanyak 177 orang yang berikrar keluar dari JI dan kembali ke pangkuan NKRI tersebut terdiri atas mantan narapidana kasus terorisme serta para simpatisan JI.
Beberapa diantara mereka ada yang tercatat pernah terlibat aksi bom malam Natal tahun 2000, perampokan Bank Lippo, penggalangan dana berdirinya Negara Jemaah Islamiyah, perampokan Bank CIMB Niaga, serta penyerangan Polsek Hamparan Perak.
“Kami siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terlibat aktif mengisi kemerdekaan serta menjauhkan diri dari kelompok ekstremis,” teriak para mantan anggota JI saat berikrar disaksikan pejabat dan personel Densus 88 Polri.
Mereka juga berjanji akan menyerahkan senjata tajam maupun bahan peledak yang masih disimpan kepada aparat penegak hukum.
“Jika ada alat bahan atau senjata siap menyerahkan kepada aparat yang berwenang. Semoga Allah meridoi keputusan ini,” ucap mereka.
Setelah membaca ikrar, mereka kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Perwakilan JI sekaligus mantan narapidana terorisme, Usman Haidar bin Sef atau Fahim mengatakan, pembubaran JI di Sumut ini mengikuti yang sudah dilakukan di Bogor beberapa waktu lalu.
Sebelum menyatakan bubar, pihaknya sudah berdiskusi dengan eks anggota yang ada di Medan dan sekitarnya. Hasilnya sebanyak 177 orang sepakat kembali ke NKRI.
“Intinya kita ingin mengikrarkan seperti yang di Bogor beberapa waktu lalu dan mempunyai sikap yang sama dengan teman-teman yang ada di Medan,” katanya.
Usman menerangkan, setelah membubarkan JI mereka akan terus berkoordinasi dengan pemerintah.
Ia mengaku sejauh ini respon pemerintah terhadap mereka, khususnya Densus 88 Polri positif.
“Instansi terkait juga memberikan respon yang positif. Jadi kita berharap bisa membina hubungan yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (red)


