Banda Aceh, SeputarSumut – Sebanyak 225 objek wisata di wilayah Aceh dilaporkan mengalami kerusakan serius pasca diterjang bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat, Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang menjadi dua daerah dengan tingkat kerusakan infrastruktur pariwisata paling parah.
Mengenai kondisi tersebut, Murthalamuddin selaku Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh menjelaskan bahwa dari total ratusan destinasi yang terdampak, mayoritas di antaranya atau sebanyak 198 lokasi masuk dalam kategori rusak berat, sementara 18 lainnya rusak sedang dan 9 titik rusak ringan.
Kabar Daerah: 225 Destinasi Wisata Aceh Rusak Akibat Bencana
“Mayoritas kerusakan yang terjadi masuk dalam klasifikasi berat, terutama pada kawasan-kawasan yang memang bersentuhan langsung dengan titik banjir dan longsor,” tutur Murthalamuddin saat memberikan keterangan di Banda Aceh pada Jumat, 15 Januari 2026.
Secara lebih terperinci, ia memaparkan bahwa sembilan titik wisata yang mengalami kerusakan ringan mencakup wilayah Kabupaten Aceh Utara (2 titik), Kabupaten Bireuen (2), Aceh Tengah (3), serta Kota Langsa dan Subulussalam yang masing-masing tercatat satu lokasi.
Untuk kategori kerusakan tingkat sedang, terdapat 18 destinasi yang terdampak di beberapa wilayah, antara lain Aceh Tengah (7 lokasi), Lhokseumawe (4), Aceh Utara (3), serta masing-masing satu titik di Bener Meriah, Nagan Raya, Subulussalam, dan Bireuen.
Konsentrasi kerusakan terberat sebanyak 198 lokasi didominasi oleh Kabupaten Gayo Lues dengan 65 titik wisata yang hancur, diikuti oleh Aceh Tamiang dengan 42 lokasi, Bireuen 20 lokasi, Bener Meriah 19 lokasi, serta Pidie Jaya sebanyak 13 lokasi.
Selain itu, dampak kerusakan berat juga menyasar Aceh Singkil (10 lokasi), Aceh Tengah (8), Aceh Utara (8), Aceh Timur (6), dan Aceh Tenggara (4), ditambah masing-masing satu titik di wilayah Aceh Barat, Subulussalam, dan Langsa.
Dampak bencana alam ini ternyata tidak hanya melumpuhkan sektor pariwisata, tetapi juga merusak sedikitnya 162 situs cagar budaya di Aceh. Menurut catatan Murthalamuddin, rincian kerusakan tersebut terdiri dari 56 situs rusak ringan, 90 situs rusak sedang, dan 16 situs lainnya yang mengalami kerusakan berat.
“Berbagai cagar budaya yang terdampak ini tersebar luas di sejumlah kabupaten maupun kota yang memang dilanda bencana dalam kurun waktu tersebut,” jelas Murthalamuddin menambahkan.
Meskipun harus menghadapi situasi yang sulit, Murthalamuddin menyampaikan rasa optimisme bahwa Tanah Rencong akan mampu bangkit kembali dengan cepat. Saat ini, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diupayakan guna menyusun strategi pemulihan yang efektif.
“Sektor pariwisata dan cagar budaya Aceh pasti bisa pulih kembali. Saat ini penanganan darurat masih terus digencarkan, yang nantinya akan diikuti oleh program pemulihan jangka panjang agar roda ekonomi masyarakat dapat berputar normal seperti sedia kala,” pungkasnya.(*/ajnn)


