Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Hiburan

5 Filosofi Hidup Angklung, Harmonisasi dari Warisan Budaya UNESCO

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 15 November 2025
Foto: Ternyata, keunikan Angklung tidak hanya terletak pada harmonisasi suaranya, tetapi juga pada filosofi hidup yang mendalam.(Foto: Instagram/@angklungudjo)

Ternyata, keunikan Angklung tidak hanya terletak pada harmonisasi suaranya, tetapi juga pada filosofi hidup yang mendalam.(Foto: Instagram/@angklungudjo)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Setiap tanggal 16 November, Indonesia memperingati Hari Angklung Nasional. Tanggal ini dipilih sebagai perayaan dan sekaligus penanda penetapan Angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO yang diresmikan pada 16 November 2010.

​Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini merupakan kebanggaan Indonesia yang sudah dikenal luas di seluruh Nusantara bahkan hingga ke mancanegara. Eksistensi Angklung semakin istimewa berkat keunikan harmonisasi nada yang tercipta dari alat musik ini.

Kilas Hiburan: 5 Filosofi Hidup Angklung, Harmonisasi dari Warisan Budaya UNESCO

Iklan Indako SeputarSumut

​Ternyata, keunikan Angklung tidak hanya terletak pada harmonisasi suaranya, tetapi juga pada filosofi hidup yang mendalam. Berikut ini adalah lima filosofi hidup Angklung, yang sumbernya berasal dari kearifan lokal:

​Lima Filosofi Hidup Angklung

​1. Pentingnya Saling Melengkapi dalam Hidup

Berita Terkait

Serial Drama Korea Terbaru Notes from the Last Row Resmi Mengudara di Netflix Tampilkan Genre Suspense

HBO Max Rilis Trailer Stuart Fails to Save the Universe Serial Spin-off Terbaru The Big Bang Theory

​Bagi masyarakat Sunda, filosofi yang terkandung dalam Angklung sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia yang harus saling melengkapi.

Konsep ini menjadi pondasi penting karena hidup manusia tidak selalu sempurna, sehingga selalu membutuhkan pelengkap dari orang lain.
​Konsep hidup ini berawal dari makna kata angklung itu sendiri. Secara harfiah, kata angklung memiliki arti nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.

​2. Harmoni yang Menyemarakkan Perbedaan

​Angklung hadir sebagai simbol penyatuan berbagai perbedaan yang pada akhirnya bermuara pada suatu harmoni yang indah. Konsep ini dapat dilihat dari bentuk tabung Angklung yang memiliki ukuran yang beragam dan menghasilkan not nada yang berbeda-beda.

​Meskipun setiap not nada berdiri sendiri dan berbeda satu sama lain, cara Angklung dibunyikan secara serentak akan menjadi kumpulan nada harmonis, sejalan dengan perkembangan dan kompleksitas hidup manusia.

​3. Kekompakan dan Kesabaran sebagai Kunci Hidup Harmonis

​Untuk bisa membawakan lagu yang utuh saat memainkan Angklung, dibutuhkan elemen kekompakan, kesabaran, dan tenggang rasa. Ini karena setiap not tidak selalu harus berbunyi bersamaan. Pemain harus tahu kapan harus berhenti dan kapan harus bermain, menyesuaikan kebutuhan nada sesuai irama yang ada.

​4. Kebutuhan untuk Belajar Berkonsentrasi

​Filosofi Angklung selanjutnya mengajarkan bahwa keberhasilan sangat bergantung pada fokus dan konsentrasi. Membangun harmonisasi nada yang indah dari Angklung bukanlah sekadar menggoyangkan bambu, melainkan membutuhkan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.

​5. Kepemimpinan adalah Pusat Keselarasan

​Dalam pertunjukan Angklung, keselarasan musik yang tercipta sangat bergantung pada sosok pemimpin (konduktor) di depan. Tim Angklung bisa mencapai kesuksesan ketika kepemimpinan konduktor menjadi pondasi utama dalam menyelaraskan perbedaan not agar dibunyikan sesuai dengan notasi lagu yang dibawakan.(*/rri)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com