Langkat, SeputarSumut — Akses transportasi di kawasan Kabupaten Langkat mengalami hambatan setelah masyarakat Dusun Pasar Rodi Desa Empus Kecamatan Bahorok melakukan aksi blokir jalan pada Rabu 8 April 2026. Protes keras ini merupakan puncak kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan sangat parah namun belum mendapatkan perbaikan secara nyata.
Berbagai benda mulai dari kayu papan broti hingga galon air mineral dan ban mobil bekas digunakan warga untuk menutup jalur utama tersebut. Penting untuk diketahui bahwa ruas jalan yang ditutup ini merupakan urat nadi transportasi paling vital bagi wisatawan yang hendak menuju destinasi wisata populer Bukit Lawang.
Kabar Daerah: Aksi Blokir Jalan Menuju Wisata Bukit Lawang Warga Bahorok Tagih Janji Perbaikan Jalan
Kekhawatiran warga didasari pada gangguan kesehatan dan keselamatan akibat debu yang sangat tebal ketika cuaca panas serta kondisi jalan yang licin dan berlumpur saat musim penghujan tiba. Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat rutinitas masyarakat setempat tetapi juga sering memicu kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Melalui aksi ini masyarakat secara tegas meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk segera memenuhi komitmennya terkait renovasi jalan. Janji tersebut sebelumnya pernah disampaikan secara terbuka saat Gubernur melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut pada tahun 2025 yang lalu.
Salah seorang peserta aksi menyatakan bahwa warga menuntut realisasi janji pemerintah provinsi yang sebelumnya menyebutkan proses perbaikan akan dimulai pada Februari 2026. Namun kenyataannya hingga memasuki bulan April tahun ini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan di lapangan.
Sebelum pengaspalan permanen dilaksanakan warga mengajukan permohonan agar pihak terkait melakukan penyiraman jalan secara rutin minimal empat kali dalam sehari. Langkah darurat ini dianggap perlu untuk meminimalisir sebaran debu dan material batu yang beterbangan yang sangat mengganggu pernapasan masyarakat sekitar.
Situasi di lokasi sempat memanas hingga Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti datang menemui para pengunjuk rasa secara langsung. Dalam penjelasannya beliau menegaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan provinsi sehingga kewenangan perbaikan sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Walaupun demikian Tiorita memberikan kepastian bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat tidak tinggal diam dan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak provinsi. Upaya koordinasi terus dilakukan agar pengerjaan fisik berupa pengaspalan hotmix dapat segera terlaksana dalam waktu dekat.
Wakil Bupati Langkat menyebutkan bahwa target pengerjaan proyek jalan tersebut diharapkan dapat dimulai paling lambat pada Juni 2026 mendatang. Informasi ini diharapkan bisa memberikan kepastian bagi warga yang sudah lama menantikan jalan yang layak.
Setelah melalui sesi dialog dan diskusi yang cukup panjang massa akhirnya bersedia membuka kembali blokade jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal. Meski kondisi sudah kondusif masyarakat menekankan akan terus mengawal janji tersebut hingga ada bukti konkret berupa alat berat dan material bangunan yang tiba di lokasi.(*/mst)


