Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Hiburan

Andre Taulany dan Stinky Disomasi soal Lagu Mungkinkah, Kenapa?

Oleh Redaksi 15
Rabu, 3 Januari 2024
Foto: Andre Taulany

Foto: Instagram/andreastaulany

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Palembang | Lagu Mungkinkah kini sedang menjadi polemik. Sang pencipta lagu melarang komedian Andre Taulany serta grup musik Stinky membawakan lagu tersebut.

Diketahui, Ndhank Surahman Hartono merupakan mantan gitaris dari grup band Stinky. Selain lagu Mungkinkah, ada beberapa lagu lain yang dilarang dibawakan oleh Andre Taulany dan Stinky.

Kilas Hiburan: Andre Taulany dan Stinky Disomasi soal Lagu Mungkinkah, Kenapa?

Iklan Indako SeputarSumut

“Selamat sore saya Ndhank Surahman Hartono hari ini tanggal 30 Desember 2023 saya membuat video pelarangan terbuka atau somasi untuk diketahui banyak pihak bahwa mulai hari ini saya melarang keras Stinky dan Andre Taulany membawakan lagu karya saya seperti Mungkinkah, Jangan Tutup Dirimu dan lain-lain sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Ndhank Surahman Hartono melalui akun Instaram pribadinya dilihat detikcom, Minggu (31/12/2023).

Dalam somasi tersebut, tidak disebutkan sampai berapa lama larangan diberlakukan. Ndhank Surahman Hartono memiliki hak pelarangan sebagai pencipta lagu berdasarkan dengan UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014.

Irwan Batara yang juga ikut andil dalam penciptaan lagu Mungkinkah hanya diperbolehkan membawakan lagu di bagian yang ia ciptakan saja yang berada pada akhir lagu.

Berita Terkait

David Harbour dan Millie Bobby Brown Reuni dalam Serial Thriller Mata-Mata Terbaru Netflix dan A24

Profil Yang Enyou Aktris Cilik Berbakat Tiongkok Pemeran Film The Furious Bersama Xie Miao dan Joe Taslim

“Jika saudara Irwan Batara sebagai personel dari Stinky tetap ingin membawakan lagu ‘Mungkinkah’ silahkan membawakan sesuai dengan partnya, yang berada pada ending lagu, yang isinya kau ‘kusayang selalu kujaga, bla, bla, bla’,” ujar Ndhank Surahman Hartono.

Setelah melakukan somasi, Ndhank Surahman Hartono bersama kuasa hukumnya berencana melaporkan Andre Taulany dan Stinky ke Polda Metro Jaya.

“Setelah video somasi ini saya buat dan saya tayangkan, saya dan kuasa hukum saya akan lanjut melaporkan pelarangan penggunaan lagu-lagu karya saya oleh Stinky dan Andre Taulany ke Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Royalti

Eks Gitaris Stinky
Ndhank Surahman Suhartono bicara nominal royalti yang didapatkan. Foto: Febriyantino/ detikHOT

Ndhank Surahman Hartono mengaku nominal hak lisensi yang dia terima untuk lagu Mungkinkah tidak layak. Padahal Mungkinkah 90 persen adalah ciptaannya.

“Beberapa kali (menerima) dan secara nominal memang itu jauh, menurut teman-teman bisa dibilang nggak layak nilainya. Tapi kembali di sini saya tidak bicara tentang uang, bicara tentang hak dan moral karena memang di situ ada hak yang harus saya terima,” kata Ndhank Surahman digelar di Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/1/2023).

Ndhank mengaku dari lagu Mungkinkah mendapatkan Rp250 ribu sampai Rp500 ribuan saja. Belum lama ini ia mendapatkan haknya setelah vakum dari Stinky karena sakit.

“Ya dari Stinky saya sudah bilang selama ini yang terakhir ini Rp250 ribu-Rp500 ribu. Ada Stinky kan kemarin ya tanggal 1 dan itu mereka memang masih kirim saya, mereka masih transfer senilai Rp500 ribu. (Nominal Rp250 ribu-Rp500 ribu) sejak saya rehat, belum lama kok. Masih bisa dihitung dengan jari, berapa kalinya,” bebernya.

Ia juga mempertanyakan nominal ratusan ribu itu layak atau tidak jika dibandingkan dengan bayaran manggung Andre Taulany dan Stinky. Bayaran Andre Taulany dan Stinky ditasksir mencapai lebih dari Rp50 juta sekali manggung.

Ndhank merasa karyanya dihargai bila mendapatkan 10 persen dari kontrak event yang diterima Stinky dan Andre Taulany.

“Ya sekarang harga segitu layak apa tidak? Tidak layak, sedih sekali. Sementara saudara Andre bisa manggung dengan band barunya Andre and The Friends ya kita tahu nilai kontraknya berapa. Begitu juga dengan Stinky juga rate-nya juga Rp50 (juta) ke atas,” bebernya.

“Ya mungkin teman-teman bisa nilai, dengan bayarannya seperti itu apakah pantas? Selama ini per event Rp 250 ribu sampai Rp500 ribu. Kalau yang pantas itu menurut teman-teman juga ya, nilai yang pantas itu sekitar 5 persen dari per kontrak event, kisaran 5 persen ke atas, mungkin 5 sampai 10 persen,” tukasnya.

Surat somasi yang dilayangkan oleh Ndhank kepada Andre Taulany dan band Stinky belum ada kelanjutannya.

Menurut keterangan Ndhank, Andre Taulany belum menjawab somasinya. Seperti diketahui Andrea hanya membalas Ndhank dengan unggahan kocak di laman Instagram pribadinya.

Lalu bagaimana kata Ndhank? Dia mengaku belum mengetahui hal tersebut.

“Belum lihat, baru denger-denger aja temen bilang, saya nggak tahu maksudnya apa, mungkin apa ya nggak ngerti ya,” kata Ndhank.

Namun yang pasti ia ingin Andre dan Stinky bersedia untuk dimediasi. Ndhank ingin hak cipta performing-nya didapatkan.

“Yang pasti saya di sini dengan adanya video ini berharap dari Andre dan temen Stinky bersedia untuk mediasi. Jadi nggak hanya sekedar saya buat video tapi mereka nggak ada respons sama sekali. Saya berharap di sini untuk merapikan administrasi untuk masalah hak dalam perfoming rights,” bebernya.

Ndhank sendiri mengklaim lagu Mungkinkah adalah ciptaannya sebanyak 90%. Ia menyebut personel lain hanya sedikit.

“Kalau secara legal, penciptaan, pembuatan bisa dibilang saya tuh 85%, kalau Irwan partnya hanya ‘kau ku sayang selalu ku jaga takkan ku lepas, biarkanlah hilangkan keraguan mu disaat ku jauh dari mu’ itu. Temen-temen bisa liat itu hanya berapa %, kalau dari musisi lain itu hanya 10%. Jadi lagu ini ciptaan saya 90%,” tukas Ndhank

Jatah Ndhank Surahman

Stinky Reborn
Stinky Reborn membenarkan jatah untuk Ndhank Surahman dari lagu Mungkinkah Rp 250 ribu. Foto: Febriyantino/ detikHOT

Stinky yang kini ingin dikenal dengan Stinky Reborn buka suara soal jatah yang mereka sebut untuk Ndhank Surahman. Bahkan royalti juga diberikan oleh publisher, serta lembaga kolektif seperti KCI dan WAMI.

“Setiap Stinky main, Ndhank dapat bagian, dapat jatah. Dari publisher dan lembaga kolektif seperti KCI atau WAMI. Triple,” kata bassist Stinky, Irwan Batara ditemui di kawasan Jurangmangu, Tangerang Selatan, kemarin.

Irwan Batara yang juga tercatat sebagai pencipta lagu Mungkinkah menyebut jumlah royalti yang mereka katakan sebagai jatah untuk Ndhank Surahman. Bahkan menurut Irwan Batara, jumlah yang mereka berikan lebih besar dari dua lembaga tersebut.

“Satu lagu kami hargai Rp 250 ribu, cukuplah. Tapi itu kan fluktuatif. Kalau dari KCI dan publisher lebih kecil lagi,” ucap Irwan Batara.

Stinky merespons somasi Ndhank Surahman soal larangan membawakan lagu Mungkinkah. Mereka merasa masih berhak membawakan lagu tersebut karena Irwan Batara yang masih tercatat sebagai pemain bass Stinky Reborn juga mengantongi legalitas lagu.

“Masa gue yang menciptakan, dilarang (menyanyikan) sama Ndhank? Kecuali kalau hanya Ndhank yang menciptakan, it’s okay. Tapi kan itu lagu Ndhank dan Irwan,” tukasnya.

“Dari segi legal, lagu Mungkinkah ini diciptakan dua orang, Irwan dan Ndhank. Kenapa kami masih menyanyikan? Karena lagu itu terdaftar di publisher dan lembaga kolektif royalti,” imbuh Irwan Batara.

Masa Bodo
Di tengah polemik terkait pelarangan membawakan lagu Mungkinkah sejak 30 Desember lalu yang dilayangkan oleh Ndank, Andre Taulany justru sempat membuat video parodi yang dianggap menyindir surat somasi tersebut.

Dalam video parodi, Andre tengah membawakan lagu Mungkinkah yang sedang dipermasalahkan oleh Ndhank Surahman. Stinky Reborn turut bereaksi.

Menurut gitaris Stinky, Irwan Batara, Andre Taulany merespons somasi itu memang dengan bercanda. Andre Taulany dinilai merasa masa bodo dengan somasi itu.

“Andre mah bercanda aja dia, bodo amat katanya gitu,” kata Irwan Batara dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jurangmangu, Tangerang Selatan pada Selasa (2/1/2024).

Dalam parodi itu, Andre tengah memainkan piano namun dengan tuts yang tak dibuka. Hal itu disebut sebagai respons masa bodo Andre terkait somasi yang dilakukan oleh Ndhank Surahman.

“Ngledekin, ngeledekin dia ya, kita ketawa-ketawa aja. Kan saya telpon dia, dia bilang ‘alah bodo amat’, baru somasi satu, belum somasi 30 katanya. Nggak lah orang kayak bercanda gitu (Bawain aja). Iyalah masih bercanda gitu belum resmi,” bebernya.

Sejauh ini, ada dua lagu yang diciptakan bareng Ndhank. Selain lagu Mungkinkah, ada sebuah lagu lagi berjudul Jangan Tutup Dirimu.

“Untuk next, lagu dia kan ada dua, Jangan Tutup Dirimu sama Mungkinkah. Yang berdua (buat lagunya) sama saya, kalau dia tetep rese gini kita akan cut. (Lagu) Jangan Tutup Dirimu nggak akan kita pakai lagi, jadi akan tetep bayar royalti ke Ndank yang Mungkinlah aja, setengah lagi dapetnya lebih kecil dia nanti,” imbuhnya.

Ndhank juga disebut Irwan resmi keluar sejak Oktober 2023 lalu.

“Ndhank resmi keluar sejak kita dikontrak oleh Folks Record, itu Oktober. Ndhank resmi nggak di kita lagi,” katanya.

Sebelumnya, Ndhank juga sempat meminta persenan dari Stinky namun permintaan itu tak bisa diwujudkan oleh Stinky Reborn. Permintaan Ndhank senilai Rp 10 juta.

“Ada, dia minta 10 juta, gila elo, sekali main, dia nulis asal doang itu, ‘gue minta 10 juta nih’. Ya nggak mungkin lah, Ari Lasso aja bayar ke Dhani nggak segitu. Kan kurang lebih sama, Ari Lasso bayar ke Dhani bayar performing rights ya segituan juga sama. (Hak permofing rights yang sekarang) Menurut kita sudah sangat ideal banget, karena kan kita cuma pakai lagunya. Sudah sangat sesuai sih menurut kita ya,” pungkasnya. (detikcom/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • PT Agincourt Resources Resmikan Taman Ecobrick Sopo Daganak Tapanuli Selatan Guna Kurangi Sampah Plastik
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kolaborasi Gelar Seminar Halal Food dan Tourism di Lhokseumawe
  • Kebakaran Ruko Laundry di Binjai Barat Diduga Akibat Korsleting Listrik Kerugian Ratusan Juta
  • Maroko Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis
  • KAI Bandara Perluas Layanan Kereta Api hingga Stasiun Lubuk Pakam dengan Tarif Rp5.000
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com