Aceh Utara, SeputarSumut — Bencana alam berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Aceh Utara menyebabkan lima unit rumah dan sebelas unit rumah toko (ruko) di Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, mengalami kerusakan serius pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Dampak kerusakan paling parah secara umum terjadi pada komponen atap atau seng bangunan warga.
Saat peristiwa itu berlangsung, salah seorang warga lokal bernama Asri Nurdin (67) mengungkapkan bahwa dirinya bersama anggota keluarga tengah berada di area luar kediaman mereka. Secara mendadak, pusaran angin kencang langsung datang menyapu dan mengoyak bagian atap ruko serta rumah milik warga setempat, termasuk bangunan tempat tinggal Asri.
Kabar Daerah: Angin Kencang Rusak Belasan Ruko Dan Rumah Di Aceh Utara
“Saat kejadian itu, kami langsung lari menyelamatkan diri. Kondisi rumah saat sekarang hancur di dalam semua patah dan atap jatuh ke bawah,” kata Asri kepada AJNN, Kamis, 9 Juli 2026.
Akibat kondisi hunian yang rusak parah, Asri bersama seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi dan bermalam di sebuah bangunan kosong di kawasan Pasar Keude Geudong pada Rabu malam. Dirinya menaruh harapan besar agar pihak pemerintah daerah bersedia menyalurkan uluran bantuan guna memperbaiki rumahnya yang mengalami kerusakan berat.
“Kami di rumah ini tinggal delapan jiwa. Sekarang sudah sama sekali tidak bisa ditempati lagi,” tuturnya.
Data Kerusakan Dari Pihak Otoritas Kampung
Berdasarkan keterangan dari Keuchik Gampong Keude Geudong, M. Yusuf kepada AJNN, akumulasi total bangunan yang terdampak amukan angin kencang tersebut meliputi lima unit rumah tinggal serta 11 unit ruko.
“Rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Kita dari perangkat gampong sudah berupaya memabantu menata kembali kediaman korban dengan perlengkapan seadanya,” kata M. Yusuf.
M. Yusuf juga memaparkan bahwa paket bantuan masa panik bagi para korban terdampak sejauh ini belum dikirimkan oleh pihak pemerintah daerah. Kendati demikian, sejumlah personel dari Taruna Darurat Bencana (Tagana) bersama jajaran Muspika kini tengah bersiaga memantau titik lokasi lain yang berpotensi turut terkena imbas dari cuaca ekstrem tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika kondisi cuaca ekstrem hindari tempat yang mengakibatkan korban jiwa atau hal tidak diinginkan lainnya. Sementara pemerintah juga kami minta apabila ada prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG segera informasikan ke masyarakat,” imbuhnya.(*/AJNN)


