Jakarta, SeputarSumut — Serangan baru telah diluncurkan oleh militer Iran ke arah sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di wilayah Bahrain serta Kuwait pada Kamis (9/7). Tindakan ofensif ini dilakukan sebagai langkah balasan atas operasi gempuran terbaru yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.
Informasi mengenai aksi balasan tersebut diumumkan secara langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui sebuah pernyataan tertulis yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
Dunia Internasional: Iran Targetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Bahrain Dan Kuwait
Pihak IRGC menjelaskan bahwa unit militer mereka telah berhasil menghantam bagian infrastruktur serta fasilitas penting yang berada di dalam pangkalan militer Amerika Serikat di Arifjan dan Ali Al Salem, Kuwait. Bukan hanya itu, Iran turut mengklaim bahwa persenjataan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) milik mereka sukses mengenai sasaran fasilitas militer Amerika Serikat di Juffair dan Sheikh Isa, Bahrain.
Seperti yang dikutip dari AFP, dalam rilis resminya IRGC juga menyampaikan pesan peringatan kepada pihak Amerika Serikat bahwa jangkauan serangan balasan dari Iran akan diperluas ke berbagai pangkalan Amerika lainnya di kawasan tersebut apabila Washington kembali nekat melancarkan aksi penyerangan.
Di pihak lain, kekuatan militer Amerika Serikat menyatakan telah berhasil membombardir sekitar 90 titik sasaran yang tersebar di bermacam wilayah Iran dalam operasi serangan paling anyar mereka pada Rabu.
Pusat Komando (CENTCOM), selaku unit militer Amerika Serikat yang memegang tanggung jawab operasi di wilayah Timur Tengah, pada Kamis (9/7) memaparkan bahwa pihaknya telah merampungkan rangkaian operasi gempuran tambahan ke Iran pada Rabu (8/7) “untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang tidak bersalah di Selat Hormuz.”
“Pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran,” demikian bunyi keterangan resmi yang diunggah oleh CENTCOM melalui media sosial X.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Al Jazeera, CENTCOM mengonfirmasi bahwa operasi gempuran terbaru tersebut dieksekusi tepat setelah unit pasukannya berhasil melancarkan serangan ofensif lain pada malam hari sebelumnya.
Jajaran pasukan CENTCOM pada Selasa (7/7) tercatat telah menyerang sekitar 80 target militer milik Iran, termasuk di dalamnya puluhan armada kapal berukuran kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Aksi tersebut diambil sebagai bentuk respons balasan atas serangan yang dilakukan Iran terhadap tiga unit kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.(*/cnni)


