Tapteng, SeputarSumut – Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Jumat (2/1/2026) pukul 10.00 WIB mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dihantam banjir susulan. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu genangan air yang merendam berbagai desa dan kelurahan, bahkan di beberapa titik ketinggian air dilaporkan telah mencapai satu meter.
Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka menjadi area yang terdampak paling parah dalam musibah banjir kali ini. Menurut laporan warga setempat, permukaan air sudah melampaui satu meter dan membawa material berbahaya berupa kayu-kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus.
Kabar Daerah: Banjir Tapteng Kembali Rendam Sejumlah Wilayah
Material sisa banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu sebenarnya baru saja dibersihkan, namun kini rumah warga serta rumah ibadah kembali terendam. Kejadian ini memaksa warga untuk menghadapi kembali proses pembersihan yang melelahkan.
Aktivitas ekonomi dan mobilisasi masyarakat juga kembali lumpuh akibat terganggunya jalur transportasi. Sejumlah akses jalan utama yang menghubungkan antar-desa kini tergenang air, sehingga kendaraan sulit untuk melintas.
Masyarakat yang sebelumnya tengah berupaya melakukan pemulihan pascabencana kini diliputi kekhawatiran mendalam. Derita yang berkepanjangan harus dirasakan warga karena bencana susulan datang saat mereka belum sepenuhnya bangkit dari dampak banjir sebelumnya.
Pdt Paten Sidabutar, Pendeta HKBP Resort Tukka, mengungkapkan rasa tidak percayanya atas terjangan air yang kembali merusak gereja tersebut. Padahal, bangunan gereja baru saja selesai dibersihkan oleh para jemaat secara bergotong royong.
Awalnya jemaat masih sempat membersihkan sisa lumpur sejak pagi hari sebelum cuaca memburuk secara mendadak. Namun, hujan lebat yang tiba-tiba turun memicu air deras yang menerjang kembali gereja HKBP Resort Tukka hingga menyebabkan tembok bangunan rubuh.
“Hujan turun terus-menerus di Hutanabolon. Tadi pagi kami baru saja bergotong royong, kami benar-benar tidak menyangka tembok gereja akan dirubuhkan oleh terjangan air,” ungkap Pdt Paten Sidabutar.
Upaya darurat dilakukan jemaat dengan menindih bangku-bangku gereja menggunakan benda berat agar tidak hanyut terseret arus banjir yang masuk ke dalam ruangan. Tak hanya gereja, rumah dinas pendeta yang berada tepat di depan bangunan tersebut juga terendam air hingga setinggi jendela.
“Kebutuhan dana yang besar sangat kami harapkan untuk bisa memperbaiki kembali seluruh kerusakan di gereja HKBP Hutababolon Resort Tukka ini,” tuturnya dengan penuh harap.
Selain di Kecamatan Tukka, banjir susulan juga dilaporkan menerjang Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri. Ruas Jalan Nasional yang menjadi penghubung utama antara Kabupaten Tapteng dan Tapanuli Selatan kini tergenang air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter.
Meskipun kendaraan masih dipaksakan untuk melintas, warga yang tinggal di sepanjang pinggiran jalan nasional tersebut mulai mengungsi. Mereka memilih mencari tempat yang lebih tinggi guna menghindari risiko banjir yang lebih besar.
Dampak hujan lebat juga merembet ke posko pengungsian di Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, di mana aliran air mulai memasuki tenda-tenda darurat. Akibatnya, para pengungsi harus segera berpindah lokasi ke tenda lain yang dianggap lebih aman dan kering.
Di lokasi lain, Sungai Sipan Sihaporas di Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, sempat mengalami kenaikan debit air yang drastis hingga tiga meter. Meski mengalami peningkatan volume yang signifikan, air dilaporkan belum sempat masuk ke pemukiman warga di wilayah tersebut.
Warga tetap merasa waspada dan dihantui rasa takut mengingat derasnya arus Sungai Sipan Sihaporas. Wilayah ini sebelumnya merupakan salah satu titik yang mengalami dampak kerusakan paling parah pada bencana banjir akhir November lalu.
Meluapnya Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus juga turut memperpanjang daftar kerusakan dengan merendam ratusan rumah penduduk. Rumah-rumah yang berada tepat di bantaran sungai kembali terendam akibat luapan air yang tak terbendung.
“Warga yang bermukim di sepanjang sungai sudah mulai mengungsi kembali sejak tadi. Kami semua berharap tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir susulan ini,” jelas Damriaja Marbun, seorang warga Barus.
Hingga saat ini, curah hujan masih terpantau mengguyur wilayah Kabupaten Tapteng secara merata. Pihak terkait belum memberikan data pasti mengenai jumlah total rumah yang rusak maupun laporan mengenai adanya korban jiwa dalam insiden ini.
Akses Padangsidimpuan-Tapteng Sempat Terputus
Arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Tapteng dengan Padangsidimpuan sempat mengalami putus total akibat material longsor di Kelurahan Muara Nibung. Namun, berkat kesigapan alat berat di lokasi, jalur di perbatasan Kecamatan Pandan tersebut kini sudah bisa dilalui kembali.
“Lalu lintas saat ini sudah lancar kembali. Tadi sempat terhambat karena ada longsoran kecil, tapi langsung dibersihkan dengan alat berat yang memang sudah disiagakan di sekitar lokasi,” kata Abdul, warga setempat.
Abdul memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut, meskipun ada laporan mengenai seorang anak yang sempat terjepit saat hendak melintas. Anak tersebut telah dievakuasi dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.(*/mst)


