Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Hiburan

Barongsai Hadir dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Oleh Redaksi 15
Minggu, 8 Februari 2026
Foto: Ilustrasi Barongsai.(Istimewa)

Ilustrasi Barongsai.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Tarian tradisional Tionghoa yang dikenal dengan sebutan Barongsai senantiasa menjadi pemandangan wajib saat perayaan Tahun Baru Imlek tiba. Pertunjukan ikonik ini sangat kental dengan penggunaan kostum menyerupai singa yang ditarikan selaras dengan iringan musik tabuhan nan dinamis.

Dikutip dari laman Indonesia Kaya, satu kostum singa Barongsai tersebut dimainkan oleh dua orang penari secara bersamaan. Gerakan yang ditampilkan merupakan perpaduan harmonis antara unsur seni tari, bela diri, hingga aksi akrobatik yang memancarkan energi luar biasa.

Kilas Hiburan: Barongsai Hadir dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Iklan Indako SeputarSumut

Dua kategori utama yang membedakan jenis kesenian ini adalah singa utara dan singa selatan. Perbedaan mencolok terlihat pada singa utara yang memiliki ciri khas bulu sangat tebal, sementara singa selatan cenderung tampil dengan gerakan yang lebih ekspresif serta lincah.

Atraksi memakan sayuran dan angpao menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap pementasan Barongsai. Tradisi simbolis ini mengandung makna mendalam sebagai bentuk permohonan doa demi mendapatkan keberuntungan, limpahan rezeki, serta keselamatan.

Asal-usul Barongsai secara global diyakini telah bermula di Tiongkok sejak ribuan tahun silam. Tarian ini lahir dari sebuah legenda mengenai makhluk buas yang konon hanya dapat diusir menggunakan warna-warna mencolok dan suara-suara yang sangat keras.

Berita Terkait

Trailer Film Horor Gotik Werwulf Resmi Dirilis Robert Eggers Siap Tayang Desember

David Harbour dan Millie Bobby Brown Reuni dalam Serial Thriller Mata-Mata Terbaru Netflix dan A24

Fungsi Barongsai pun berkembang menjadi bagian penting dari ritual keagamaan pada masa Dinasti Han hingga Dinasti Tang. Masyarakat kala itu meyakini bahwa pementasan ini memiliki kekuatan untuk mengusir roh-roh jahat sekaligus membawa suasana damai bagi lingkungan sekitar.

Penyebaran tradisi ini ke berbagai penjuru Asia terjadi seiring dengan gelombang migrasi masyarakat Tionghoa ke berbagai negara. Kini, Barongsai tumbuh subur di wilayah seperti Malaysia, Vietnam, Singapura, hingga Indonesia dengan keunikan lokalnya masing-masing.

Masyarakat Tionghoa membawa masuk pengaruh Barongsai ke Nusantara sekitar abad ke-17. Nama “Barongsai” itu sendiri merupakan hasil akulturasi unik antara kata ‘barong’ dari bahasa Jawa dan ‘sai’ dari bahasa Hokkian, yang secara harafiah keduanya bermakna singa.

Jika dahulu Barongsai sangat terbatas pada upacara keagamaan di kelenteng, kini penggunaannya telah meluas ke berbagai sektor. Pertunjukan ini sekarang rutin dipentaskan sebagai sarana hiburan di tempat publik bahkan telah diakui dalam kompetisi cabang olahraga resmi.

Keberadaan budaya Tionghoa ini memang sempat terhambat akibat larangan yang berlaku pada masa Orde Baru. Namun, Barongsai kembali menemukan geliatnya di era Reformasi dan kini tumbuh pesat di berbagai komunitas yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Nilai Barongsai saat ini telah bertransformasi bukan sekadar hiburan mata, melainkan menjadi simbol kebudayaan yang dipelajari lintas generasi dan etnis. Eksistensi kesenian ini turut andil dalam memperkokoh semangat toleransi serta kebersamaan antarbudaya di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.(*/rri)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com