Banda Aceh, SeputarSumut – Peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem telah diterbitkan oleh BMKG Sultan Iskandar Muda Blang Bintang agar warga meningkatkan kewaspadaan selama tiga hari ke depan. Ancaman hujan lebat disertai angin kencang ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi serta belokan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di langit Aceh.
Faktor pemanasan suhu muka laut di area Pesisir Barat Aceh turut berperan besar dalam memperkuat kondisi ini karena meningkatkan suplai uap air. Proses tersebut secara langsung mempercepat pembentukan awan hujan di berbagai titik wilayah tersebut.
Kabar Daerah: BMKG Waspada Hujan Angin di Aceh Tiga Hari
Mengenai sebaran wilayahnya, untuk hari ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Aceh Selatan, Singkil, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bireuen, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Memasuki hari esok, daftar daerah yang patut waspada terhadap curah hujan tinggi meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, serta Singkil. Wilayah lainnya yang terdampak adalah Subulussalam, Gayo Lues, Bireuen, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Jaya.
Pada puncaknya di hari Sabtu, 27 Desember 2025, cakupan hujan meluas ke Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil, Simeulue, dan Subulussalam. Cuaca buruk ini juga diprakirakan melanda Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Kota Langsa.
Terkait situasi ini, Prakirawan BMKG Sultan Iskandar Muda, Stya, mengingatkan publik agar mengantisipasi risiko banjir, tanah longsor, dan dampak angin kencang. Bagi warga yang tinggal di kawasan lereng pegunungan atau bantaran sungai, sangat disarankan untuk segera mengungsi sementara jika melihat awan gelap yang menebal disertai mulainya turun hujan.
Di sisi lain, ancaman titik panas juga terpantau oleh BMKG SIM di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif ini. Sebanyak enam titik panas terdeteksi berada di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, Subulussalam, serta Aceh Tenggara.
Berdasarkan keterangan Stya, data tersebut diperoleh melalui pemantauan sensor satelit MODIS dan VIIRS. Mayoritas titik panas memiliki tingkat kepercayaan sedang, sementara untuk wilayah Bener Meriah tercatat memiliki tingkat kepercayaan yang masih rendah.
Sebelumnya, BMKG Malikussaleh pada Kamis, 25 Desember 2025, juga sudah merilis peringatan dini serupa terkait potensi cuaca buruk. Daerah yang masuk dalam zona pemantauan mereka meliputi Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Bener Meriah yang berpotensi diguyur hujan deras.
Masyarakat di enam kabupaten dan kota tersebut diminta tetap siaga terhadap kemungkinan banjir maupun longsor susulan yang dipicu angin kencang. Langkah mitigasi mandiri seperti menjauhi area lereng dan aliran sungai harus segera dilakukan apabila muncul tanda-tanda awan hitam pekat atau hujan rintik di wilayah hulu pegunungan.(*/ajnn)


