Pematangsiantar, SeputarSumut — Peristiwa memilukan menimpa warga di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, pada Kamis, 23 April 2026, setelah seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Walfi Alfarizi dinyatakan meninggal dunia akibat terseret arus sungai. Insiden tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut, hingga menyebabkan luapan air yang cukup deras.
Kronologi kejadian nahas ini bermula di aliran sungai yang melintasi area Jalan Parsaoran. Menurut sejumlah informasi yang terkumpul di lapangan, korban diduga kehilangan keseimbangan lalu terpeleset ke dalam sungai, di mana saat itu debit air sedang meningkat tajam dan arusnya sangat kuat akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Pematangsiantar.
Kabar Daerah: Bocah Lima Tahun Tewas Hanyut di Sungai Gurilla Pematangsiantar Saat Hujan Deras
Merespons laporan darurat tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengerahkan personel setelah mendapatkan instruksi dari Lurah Gurilla. Namun, saat tim sedang dalam perjalanan menuju titik lokasi, mereka mendapatkan kabar terbaru bahwa warga setempat telah berhasil menemukan tubuh korban dan langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Gurilla.
Setelah sampai di Puskesmas, petugas medis segera melakukan tindakan pemeriksaan fisik terhadap bocah tersebut. Mengingat kondisi korban yang masuk dalam kategori kritis dan membutuhkan peralatan penanganan yang lebih memadai, tim medis kemudian memberikan instruksi agar Walfi segera dipindahkan ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Proses rujukan kemudian dilakukan menggunakan armada ambulans dengan pengawalan dari tim BPBD, pihak puskesmas, serta anggota keluarga. Tujuan evakuasi medis tersebut diarahkan ke Rumah Sakit (RS) Efarina Kota Pematangsiantar guna mendapatkan upaya penyelamatan darurat.
Namun, upaya penyelamatan tersebut berakhir dengan duka mendalam bagi pihak keluarga. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan intensif oleh tim dokter di RS Efarina, Walfi Alfarizi secara resmi dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tim medis sempat melakukan penanganan klinis lebih lanjut.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa kemanusiaan, sejumlah personel BPBD Pematangsiantar hingga kini masih tetap berada di rumah sakit untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga yang ditinggalkan. Petugas juga membantu seluruh rangkaian proses administrasi serta pemulangan jenazah agar bisa segera dibawa kembali ke rumah duka untuk proses persemayaman.(“/mst)


