Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Senin, Mei 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

BPS Sumut Catat Inflasi April 2026 Sebesar 2,92 Persen dengan Gunungsitoli Sebagai Kota Tertinggi

Oleh Redaksi 15
Senin, 4 Mei 2026
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), Asim Saputra.(Tangkapan layar)

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), Asim Saputra.(Tangkapan layar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Sumatera Utara untuk periode April 2026. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan, Provinsi Sumatera Utara mencatatkan inflasi tahunan atau Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,92 persen dengan angka Indeks Harga Konsumen yang berada di posisi 112,00.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), Asim Saputra, menjelaskan bahwa kondisi inflasi di berbagai wilayah pemantauan menunjukkan angka yang bervariasi. Dalam paparan rilis yang disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, diketahui bahwa Kota Gunungsitoli menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan paling tinggi di Sumatera Utara.

Berita Ekonomi: BPS Sumut Catat Inflasi April 2026 Sebesar 2,92 Persen dengan Gunungsitoli Sebagai Kota Tertinggi

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Pada April 2026, terjadi inflasi year-on-year di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,92 persen dengan IHK sebesar 112,00. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 4,66 persen dengan IHK sebesar 114,53 dan terendah terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 1,92 persen dengan IHK sebesar 111,20, ujar Asim Saputra dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, Asim memaparkan bahwa fenomena inflasi tahunan ini dipicu oleh adanya kenaikan harga yang terlihat pada sebelas indeks kelompok pengeluaran masyarakat. Seluruh kelompok pengeluaran tersebut tercatat mengalami peningkatan indeks secara kolektif.

Kenaikan harga ini ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,61 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,69 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,47 persen, kelompok transportasi sebesar 2,30 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,81 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,50 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,71 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,84 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,68 persen, urai Kepala BPS Sumut tersebut.

Berita Terkait

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Rekor Pendapatan Rp15,2 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat AI Hyper-Personalization

BPS Sumut Dorong Inalum dan Perusahaan Besar Lakukan Pendataan Mandiri Jelang Sensus Ekonomi 2026

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Asim juga memberikan data mengenai perbandingan inflasi dalam rentang waktu yang lebih pendek. Beliau menyebutkan bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Provinsi Sumatera Utara pada April 2026 berada di angka 0,44 persen.

Sebagai penutup dalam data perkembangan harga tersebut, Asim mengungkapkan angka kumulatif tahun berjalan. Tercatat bahwa tingkat deflasi year-to-date (y-to-d) Provinsi Sumatera Utara hingga April 2026 mencapai angka 0,22 persen. Data ini menjadi acuan penting dalam melihat dinamika ekonomi dan daya beli masyarakat di wilayah Sumatera Utara sepanjang tahun 2026.(Siong)

Tags: BPS Sumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Tampil Kompetitif, Pebalap Binaan Indako Panen Podium di Seri Pembuka Motoprix Sumut 2026
  • Indosat Ooredoo Hutchison Catat Rekor Pendapatan Rp15,2 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat AI Hyper-Personalization
  • BPS Sumut Dorong Inalum dan Perusahaan Besar Lakukan Pendataan Mandiri Jelang Sensus Ekonomi 2026
  • Anggota DPR RI Tinjau Gudang Bulog Sumut Pastikan Stok Beras dan Minyakita Aman Selama Lima Bulan
  • Pertamina Sumbagut dan Pemprov Riau Tinjau SPBU Pastikan Stok BBM Aman Serta Tambah Pasokan 20 Persen
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.