seputar-Medan | Budaya sadar pajak adalah salah satu karakter utama generasi bangsa yang cinta tanah air dan bela negara. Karenanya dalam membangun masa depan perpajakan Indonesia dibutuhkan generasi-generasi yang memiliki budaya sadar pajak sejak dini.
Demikian sambutan Kabid P2Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I (Kanwil DJP Sumut I) , Lusi Yuliani pada kegiatan Pajak Bertutur 2024 di SMA Negeri 4, Jalan Gelas Medan, Rabu (07/08/2024).
Berita Ekonomi: Budaya Sadar Pajak Karakter Utama Generasi Bangsa yang Cinta Tanah Air
“Kanwil DJP Sumut I menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur untuk meningkatkan kesadaran perpajakan di kalangan generasi muda merupakan program inklusi perpajakan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,”kata Lusi.
Lusi menjelaskan, Pajak Bertutur telah dilaksanakan sejak tahun 2017 merupakan program tahunan yang bertujuan memberikan edukasi perpajakan kepada generasi muda, yang dipandang sebagai wajib pajak di masa depan.
“Melalui program ini,diharapkan generasi muda dapat memahami pentingnya pajak dalam pembangunan negara dan menanamkan nilai-nilai kesadaran pajak sejak dini,”harap Lusi.
Sebelumnya Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Medan, Drs. Rianto Hasoloan Sinaga mengapresiasi inisiatif Kanwil DJP Sumut I yang melaksanakan kegiatan Pajak Bertutur ke SMA Negeri 4 Medan.
Beliau menjelaskan bahwa Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang selama ini menjadi penunjang operasional sekolah merupakan salah satu bukti nyata manfaat pajak dalam dunia pendidikan.
“Dana BOS memberi kontribusi sebesar Rp 1.535.000 per siswa per tahun,” ungkap Rianto.
Selanjutnya kegiatan diisi materi edukasi yang disampaikan narasumber Nazri Syafitry Nazar, seorang fungsional penyuluh pajak. Dalam paparannya, Nazri memberikan ilustrasi mengenai alokasi Rp.1 juta uang pajak di Indonesia, di mana Rp 200.000 dialokasikan untuk bidang pendidikan, Rp 217.000 untuk pelayanan umum, Rp 44.000 untuk pertahanan, dan seterusnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa SMA Negeri 4 Medan, yang terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi perpajakan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diwarnai dengan berbagai permainan interaktif bertema perpajakan yang menambah semarak acara.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Pajak berharap dapat menanamkan kesadaran pajak yang kuat di kalangan generasi muda, sebagai langkah awal untuk membangun sistem perpajakan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.(Siong)

