Medan, SeputarSumut — Kemandirian pangan Indonesia menunjukkan hasil yang signifikan dengan tercatatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional yang menyentuh angka 5 juta ton. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengonfirmasi bahwa ketersediaan beras di seluruh gudang Bulog di tanah air merupakan bukti nyata keberhasilan program swasembada pangan. Untuk wilayah Sumatera Utara sendiri, ketersediaan beras saat ini berada pada posisi 63.000 ton, yang diklaim sebagai stok tertinggi sejak masa kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Budi Cahyanto di Medan pada Kamis, 23 April 2026, yang menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kolaborasi solid berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Keberhasilan ini merupakan keberlanjutan dari prestasi serupa di periode tahun sebelumnya. Dengan adanya cadangan yang sangat kuat, Perum Bulog kini memiliki peran strategis sebagai penggerak ekosistem pangan sekaligus pengendali jika terjadi fluktuasi harga di pasar serta dalam menghadapi situasi darurat atau bencana alam.
Berita Ekonomi: Bulog Sumut Catat Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah Capai 63 Ribu Ton Dukung Swasembada Pangan
Distribusi stok beras ini dilaporkan telah merata ke seluruh titik di wilayah Sumatera Utara. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pokok, Bulog memiliki tanggung jawab untuk melakukan penyerapan gabah langsung dari tingkat petani dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Nantinya, gabah yang telah dibeli tersebut akan diproses menjadi beras guna menyukseskan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), program Bantuan Pangan (Banpang), hingga alokasi bantuan sosial lainnya.
Budi Cahyanto juga mengungkapkan optimisme yang besar terhadap peningkatan volume serapan gabah di Sumatera Utara jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Saat ini, seluruh gudang penyimpanan milik Bulog di wilayah Sumatera Utara telah terisi penuh. Bahkan, guna menampung melimpahnya hasil panen di daerah seperti Medan, Pematang Siantar, hingga Asahan, pihak Bulog harus melakukan penyewaan gudang tambahan dari pihak eksternal.
Data operasional mencatat bahwa hingga saat ini Bulog Sumut telah berhasil menyerap sebanyak 20.820 ton gabah dari petani lokal. Angka penyerapan ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 18.120 ton. Prestasi ini dipandang sebagai motivasi tambahan bagi internal Bulog untuk terus memperkokoh kedaulatan pangan nasional melalui kerja sama erat dengan pemerintah daerah serta para petani.
Menutup keterangannya, Budi Cahyanto memberikan pesan kepada publik di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu yang berisiko menaikkan harga pangan dunia. Ia menegaskan bahwa ketersediaan beras di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara, berada dalam kondisi yang melimpah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu merasa khawatir, karena Bulog menjamin kesiapan penyaluran beras melalui program bantuan pemerintah sesuai dengan regulasi yang berlaku.(Siong)


