Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Cara Efektif Cuci Beras yang Benar Menurut Riset FDA

Oleh Redaksi 15
Minggu, 24 Mei 2026
Foto: ilustrasi cuci beras.(Foto:Freepik.com)

ilustrasi cuci beras.(Foto:Freepik.com)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Proses mencuci beras sebelum dimasak kerap dianggap makin sehat jika dilakukan berulang kali hingga airnya bening, namun anggapan tersebut justru tidak sepenuhnya tepat. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembilasan yang terlalu sering berisiko membuang kandungan zat gizi esensial yang terdapat pada butiran beras.

Langkah membersihkan beras pada dasarnya bertujuan untuk meluruhkan sisa pati di permukaan, kotoran ringan, serta debu agar nasi matang nantinya tidak terlampau lengket. Kegiatan pembilasan ini sebenarnya memadai jika diterapkan sebanyak 1 sampai 2 kali saja tanpa harus menunggu air rendaman berubah menjadi jernih total.

Pernik Ragam: Cara Efektif Cuci Beras yang Benar Menurut Riset FDA

Iklan Indako SeputarSumut

Penerapan metode pembersihan tersebut memang efektif meminimalkan residu di permukaan luar beras, tetapi proses ini memicu dampak lain yang merugikan. Zat gizi serta mineral penting berupa fosfor, kalium, dan magnesium berpotensi ikut hanyut bersama air bilasan, sehingga semakin intensif beras dibersihkan, maka kandungan nutrisinya kian merosot.

Munculnya cairan yang keruh sewaktu proses pencucian berlangsung mayoritas disebabkan oleh keberadaan pati alami dalam komoditas tersebut. Nasi berisiko mengalami penurunan nilai gizi sekaligus kehilangan tekstur khasnya apabila seluruh lapisan pati pada permukaan terus-menerus dikikis habis.

Berdasarkan data riset Food Science yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information, tindakan membersihkan beras dengan frekuensi yang berlebihan terbukti tidak selalu mendatangkan efek baik bagi kualitas bahan pangan tersebut.

Berita Terkait

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Tips Cari Aman Melakukan Pengereman Sepeda Motor yang Benar untuk Menjaga Stabilitas Kendaraan

Fenomena lain yang memicu masyarakat melakukan pencucian secara berlebih adalah kekhawatiran terhadap kadar arsenik, walaupun zat ini umumnya berada dalam takaran yang masih dapat ditoleransi tubuh untuk konsumsi harian. Upaya membilas beras berkali-kali nyatanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan zat kimia berbahaya tersebut.

Mengenai persoalan ini, Food and Drug Administration (FDA) memberikan catatan bahwa “membilas beras sebelum dimasak hanya memberi efek minimal terhadap kadar arsenik pada nasi matang.”

Langkah yang dinilai jauh lebih ampuh demi mereduksi konsentrasi arsenik yaitu menerapkan teknik memasak menggunakan volume air yang berlebih, kemudian sisa air rebusannya segera dibuang. Strategi memasak dengan pola ini diklaim mampu memangkas kadar arsenik di dalam beras berkisar antara 40 hingga 60 persen.

Akan tetapi, teknik memasak dengan air melimpah ini memicu konsekuensi yang cukup besar terhadap integritas nutrisi pangan tersebut. Zat besi, tiamin, niasin, serta folat yang merupakan deretan nutrisi krusial di dalam beras berpeluang ikut berkurang drastis dengan estimasi penyusutan mencapai 50 sampai 70 persen.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • DPRD Gelar Paripurna HUT Kota Medan, Ajak Semua Pihak Wujudkan Medan Bertuah
  • PT Agincourt Resources Resmikan Taman Ecobrick Sopo Daganak Tapanuli Selatan Guna Kurangi Sampah Plastik
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kolaborasi Gelar Seminar Halal Food dan Tourism di Lhokseumawe
  • Kebakaran Ruko Laundry di Binjai Barat Diduga Akibat Korsleting Listrik Kerugian Ratusan Juta
  • Maroko Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com