Medan, SeputarSumut — Aksi haru mewarnai agenda reses serap aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di Jambur Lau Sigembura, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (28/7). Lebih dari 2.000 warga hadir dalam kegiatan tersebut, di mana puluhan ibu-ibu spontan berbaris memberikan bingkisan hasil bumi berupa petai, gula aren, nanas, salak, hingga pisang sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas perjuangan pendidikan anak-anak mereka.
Seusai sesi foto bersama, langkah Sofyan Tan terhenti ketika puluhan warga mendatangi dirinya secara bergantian. Tanpa seremoni khusus, mereka menyerahkan beraneka hasil kebun seperti seikat petai, sebungkus gula aren, setangkai nanas, tiga gandeng kelapa parut, segoni salak, hingga sesisir pisang. Pemberian tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar program bantuan pendidikan di wilayah mereka terus berlanjut.
Sorot Politik: Dapat Hasil Bumi Saat Reses Sofyan Tan Didoakan Warga Sibiru Biru
Warga Berbagi Hasil Kebun dan Cerita Beasiswa
Salah seorang warga Dusun I Desa Penungkiren, Pokok br Tarigan, secara langsung menyerahkan satu plastik gula aren hasil olahan suaminya. Ia mengungkapkan bahwa bingkisan tersebut merupakan sekadar oleh-oleh sederhana dari keluarga penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).
“Ini cuma sedikit dari kami. Anak saya yang sekarang duduk di bangku SMP sudah menerima PIP setiap tahun,” tuturnya.
Perasaan haru juga disampaikan oleh Magdalena, warga Desa Periaria, yang datang menyerahkan beberapa buah nanas dari kebun milik keluarganya. Ia mengapresiasi bantuan beasiswa yang telah menyasar kedua anaknya hingga dapat menempuh pendidikan dengan lancar.
Ia mendoakan agar legislator yang telah membantu kedua anaknya memperoleh beasiswa itu selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan terus diberi kekuatan untuk membantu masyarakat.
Kenaikan Dukungan Politik dan Komitmen Bantuan Pendidikan
Menerima respons hangat tersebut, Sofyan Tan tidak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengenang kembali riwayat perolehan dukungannya di Kecamatan Sibiru-biru yang terus meningkat signifikan sejak Pemilu 2014 sebanyak 334 suara, lalu bertambah menjadi 1.974 suara pada Pemilu 2019 setelah menyalurkan berbagai bantuan sekolah.
Pada Pemilu 2024, angka dukungan warga baginya melonjak drastis hingga mencapai 4.460 suara. Padahal, kuota penerima PIP yang tersalurkan di kawasan tersebut saat itu belum genap menyentuh angka 2.000 penerima.
“Saya sangat terharu kalau datang ke Sibiru-biru,” ujarnya.
Bagi legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1 tersebut, lonjakan perolehan suara merupakan sebuah amanah besar yang wajib dibayar dengan kerja nyata.
“Itu adalah kepercayaan yang harus saya balas. Saya pegang janji, tidak ada dusta di antara kita. Karena itu saya terus berjuang,” kata legislator Dapil Sumut 1 itu.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 179 anak asal Kecamatan Sibiru-biru telah berhasil menempuh jenjang perguruan tinggi secara gratis melalui jalur aspirasi yang diperjuangkannya.
Dorongan Infrastruktur Jalan dan Edukasi Putus Kemiskinan
Di samping urusan pendidikan, Sofyan Tan turut mengawal perbaikan fasilitas umum di wilayah setempat. Ia menceritakan pengalamannya melintasi jalur Sibiru-biru, STM Hulu, hingga Gunung Meriah yang sebelumnya rusak parah. Masalah infrastruktur jalan tersebut kemudian ia sampaikan secara langsung dalam pertemuannya dengan Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan.
“Dulu kalau lewat sini seperti naik kapal goyang-goyang karena jalannya rusak. Setelah berkali-kali saya sampaikan dan bertemu Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan, hari ini jalannya sudah jauh lebih baik,” ungkapnya.
Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Sofyan Tan memotivasi para orang tua agar terus memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka hingga ke tingkat tinggi. Menurutnya, akses pendidikan merupakan sarana efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan membenahi taraf hidup keluarga. Ia pun membagikan kisah sukses beberapa anak asuhnya yang kini telah menjadi sarjana meski dulunya hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Kepulangannya dari Sibiru-biru hari itu tidak hanya membawa aneka hasil bumi, melainkan juga memperkuat ikatan kepercayaan masyarakat yang terbangun dari komitmen pendidikan selama bertahun-tahun.(Siong)

