Pematang Siantar, SeputarSumut — Insiden kebakaran hebat melanda sebuah bengkel ban mobil dan sepeda motor yang berlokasi di Jalan Pendeta Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar pada Jumat (27/3/2026). Peristiwa yang menghanguskan seluruh bangunan tersebut menyisakan cerita dramatis tentang perjuangan bertahan hidup.
Dua anak yang berada di dalam bangunan saat api berkobar, yakni Januar dan adiknya, Immanuelo, secara ajaib berhasil selamat dari maut. Keduanya menjadi saksi hidup bagaimana si jago merah melahap tempat tinggal sekaligus tempat usaha milik keluarga mereka tersebut.
Kabar Daerah: Detik-Detik Penyelamatan Dua Bersaudara dari Kebakaran Bengkel Ban di Pematangsiantar
Kondisi kedua korban saat api pertama kali muncul diketahui sedang terlelap tidur di dalam bengkel. Beruntung bagi keduanya, meski orang tua mereka sedang tidak berada di lokasi kejadian, mereka berhasil terbangun tepat pada waktunya.
“Kami sedang tidur. Tiba-tiba ada kepulan asap dan teriakan warga yang bilang kebakaran. Saat itu, kami bangun,” tutur Januar mengenakan kembali momen mencekam yang ia alami.
Januar mengisahkan bahwa kepulan asap tebal yang memenuhi ruangan sempat membuatnya sesak napas dan setengah sadar. Namun, di tengah kondisi genting tersebut, ia menyadari harus segera menyelamatkan adiknya dari kepungan asap yang kian pekat.
Meskipun jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap hitam, kakak beradik ini berhasil menemukan jalan keluar melalui pintu utama sebelum api menjalar lebih luas dan menutup akses pelarian.
“Di situ saya dengan adik saya langsung bergegas menyelamatkan diri. Dari mana sumber apinya kami tidak tahu, tiba-tiba sudah banyak kepulan asap,” ungkap Januar mengenai ketidaktahuannya terhadap titik awal kemunculan api.
Keterangan tambahan diberikan oleh Immanuelo yang memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang memicu percikan api sebelum mereka beristirahat. Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan elektronik dan perlengkapan dapur dalam kondisi tidak aktif.
“Listrik dalam kondisi mati, kompor juga mati. Sumber api dari mana kami kurang tahu, tiba-tiba kepulan asap sudah banyak,” kata Immanuelo mempertegas situasi di dalam bengkel sebelum musibah terjadi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi untuk memberikan dukungan moral dan simpati kepada keluarga korban yang kehilangan harta bendanya. Sementara itu, aparat kepolisian masih berada di tempat kejadian perkara guna melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.(*/mst)


