Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Minggu, Juni 7, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Politik

Digitalisasi UMKM Perlu Pendampingan, Binsar Soroti Kebijakan SAPA UMKM

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 6 Juni 2026
Foto: Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata.(Ist)

Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Rencana Kementerian UMKM mewajibkan seluruh pelaku usaha masuk ke dalam sistem SAPA UMKM memunculkan beragam tanggapan. Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata menilai digitalisasi perlu dijalankan secara berkeadilan agar tidak membebani pelaku ekonomi kerakyatan seperti pedagang gorengan, warung kecil, dan usaha rumahan.

Menurut politisi Partai Perindo itu, pemerintah perlu membedakan pendekatan terhadap pelaku ekonomi kreatif dengan pelaku ekonomi kerakyatan. Sebab, tidak semua pelaku UMKM memiliki kapasitas, literasi digital, maupun kemampuan administrasi yang sama.

Sorot Politik: Digitalisasi UMKM Perlu Pendampingan, Binsar Soroti Kebijakan SAPA UMKM

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

“Kita harus membedakan antara ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan. Penjual gorengan, pedagang keliling, warung kecil, dan usaha rumahan bukan sekadar pelaku usaha yang mengejar keuntungan, tetapi mereka adalah wajah nyata ekonomi kerakyatan yang bertahan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap hari,” kata Binsar Simarmata kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Binsar menilai digitalisasi seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan, bukan pendekatan yang menyeragamkan seluruh pelaku usaha tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masing-masing. Sebab, banyak pelaku usaha mikro yang masih menghadapi keterbatasan akses teknologi, pemahaman administrasi, hingga legalitas usaha.

“Kalau negara ingin mendorong mereka masuk ke sistem digital, maka yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah pendampingan, edukasi, dan kemudahan akses. Jangan sampai pedagang kecil yang selama ini berjuang sendiri justru merasa dipersulit oleh kewajiban administratif yang tidak mereka pahami,” ujarnya.

Berita Terkait

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan Soroti Minimnya Anggaran Pendidikan Vokasi dan Perjuangkan Nasib LKP di Forum BBPPMPV BBL Medan

Pemadaman Listrik Berulang di Medan Rugikan Warga dan UMKM, Anggota DPRD Agus Setiawan Minta Direksi PLN Dievaluasi

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Binsar mengakui SAPA UMKM memiliki tujuan yang baik karena dapat membantu pelaku usaha memperoleh legalitas, akses pembiayaan, hingga dukungan pengembangan usaha. Namun manfaat tersebut hanya akan tercapai apabila implementasinya dilakukan secara bertahap dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha kecil.

Menurut Binsar, pelaku usaha mikro selama ini menjadi penyangga ekonomi masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi sulit. Karena itu, kebijakan yang menyangkut UMKM harus berpijak pada semangat melindungi dan memperkuat ekonomi rakyat, bukan sekadar mengejar target digitalisasi.

“Negara harus hadir untuk mempermudah rakyat kecil naik kelas. Penjual gorengan, pedagang pasar, warung keluarga, dan usaha rumahan telah terbukti menjadi fondasi ekonomi masyarakat. Mereka membutuhkan dukungan untuk berkembang, bukan tambahan beban yang berpotensi mengurangi ruang usaha mereka,” tegasnya.

Binsar berharap pengembangan SAPA UMKM tetap mengedepankan prinsip inklusivitas dengan memberikan ruang adaptasi yang memadai bagi pelaku usaha mikro. Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(BEN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Digitalisasi UMKM Perlu Pendampingan, Binsar Soroti Kebijakan SAPA UMKM
  • Isu Pergantian Menkeu dan Gubernur BI Buntut Rupiah Melemah Dibantah Mensesneg Prasetyo Hadi
  • Hindari Tabrakan dari Depan Truk Tangki Tabrak Colt Diesel yang Mogok di Jalinsum Batu Bara
  • Volume Angkutan BBM KAI Divre I Sumatera Utara Mei 2026 Naik 12 Persen Capai 145 Ribu Ton
  • Jadwal Kualifikasi dan Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Hari Ini
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.