Jakarta, SeputarSumut — Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan bergerak menguat terhadap rupiah pada pergerakan pagi ini. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut kini tercatat merangkak naik hingga mendekati level Rp 18.000.
Merujuk pada publikasi data Bloomberg pada Rabu (8/7/2026), grafik dolar AS memperlihatkan adanya penguatan tipis sebesar 0,06 persen atau mengalami kenaikan sekitar 10 poin, sehingga menempatkan posisinya berada di level Rp 17.990.
Berita Ekonomi: Dolar AS Menguat Mendekati Level Rp 18.000 Terhadap Rupiah Pagi Ini
Pada periode sebelumnya, pergerakan nilai tukar dolar AS sebenarnya sempat menyentuh level Rp 18.000 sesaat menjelang penutupan sesi perdagangan pada Senin, 6 Juli 2026 kemarin. Kendati demikian, sejak hari kemarin posisinya kembali mengalami penurunan ke kisaran level Rp 17.900-an.
Pihak Bank Indonesia (BI) memberikan penilaian bahwa koreksi yang dialami oleh mata uang Garuda ini tidak terlepas dari pengaruh dinamika global yang sedang terjadi. Faktor pemicunya mencakup kemunculan sinyal hawkish dari para pejabat The Fed, yang kemudian mendorong indeks dolar (DXY) melonjak hingga menyentuh level tertinggi mereka dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, memaparkan bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) sejatinya telah memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga federal funds pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan tanggal 17 Juni lalu. Walau demikian, para pelaku pasar menangkap adanya indikasi kuat dari sejumlah pejabat The Fed yang mengirimkan sinyal bahwa suku bunga acuan masih berpotensi terus merangkak naik di masa depan.
“Jadi, sinyal hawkish itu mengindikasikan bagaimana suku bunga Fed Fund Rate di masa-masa yang akan datang, terutama tahun ini, yang memang probability-nya adalah tidak lagi turun tetapi akan naik,” ujar Ramdan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (7/7) kemarin.(*/dtk)


