Batubara, SeputarSumut — Insiden maut menimpa dua orang karyawan toko aksesori ponsel di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah toko (ruko) tempat mereka bekerja pada Sabtu (23/5). Berdasarkan dugaan awal, kedua korban tersebut mengembuskan napas terakhir akibat menghirup racun dari asap mesin genset yang diaktifkan tatkala pemadaman listrik massal atau blackout melanda seluruh area Sumut.
Penjelasan mendalam mengenai peristiwa tragis ini disampaikan oleh Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, yang menerangkan bahwa lokasi tempat kejadian perkara berada di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Kejadian memilukan ini baru mulai terungkap sekira pukul 12.30 WIB sewaktu rekan seprofesi dari para korban tiba di lokasi bermaksud untuk memulai operasional toko.
Kabar Daerah: Dua Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset
“Namun saat tiba di lokasi, kondisi ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam,” kata Rahmat, Minggu (24/5).
Lebih lanjut Kapolsek memaparkan, rekan kerja korban mulanya sudah mengupayakan untuk mengontak orang-orang yang berada di dalam ruko via panggilan telepon, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan jawaban. Lantaran muncul rasa curiga sebab sama sekali tidak terdeteksi adanya pergerakan dari arah dalam bangunan, pihak pengawas toko selanjutnya berinisiatif mengajak warga sekitar untuk mendobrak pintu ruko tersebut secara paksa.
“Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan berada di dalam kamar dalam kondisi mengenaskan. Dua korban ditemukan sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya dalam kondisi pingsan,” ujarnya.
Mengenai data para korban, dua pekerja yang dinyatakan tutup usia tersebut diidentifikasi memiliki inisial RR (24) yang merupakan penduduk Kota Tebing Tinggi, serta AA (22) yang berdomisili di Kabupaten Serdang Bedagai. Di lain sisi, dua orang korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat masing-masing berinisial M (22) dan DCA (17), di mana keduanya segera dibawa menuju RSUD Bidadari agar secepatnya memperoleh perawatan tim medis.
“Keempat korban telah dievakuasi ke RSUD Bidadari. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Namun dugaan sementara mengarah pada keracunan asap genset yang digunakan selama listrik padam,” jelas Rahmat.
Sebagai latar belakang, pemadaman aliran listrik secara masif dilaporkan telah melumpuhkan seantero wilayah Sumut sejak Jumat (22/5) malam pada pukul 18.44 WIB. Dampak dari gangguan sistem kelistrikan berskala besar ini meluas secara signifikan ke berbagai sendi aktivitas warga, mulai dari urusan rumah tangga, kegiatan operasional perkantoran, sampai sistem transportasi publik di beberapa wilayah.
Adapun fenomena blackout yang terjadi tersebut dipicu oleh kendala teknis yang melanda jalur jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo – Sungai Rumbai yang berlokasi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akibat faktor cuaca buruk. Permasalahan sistemik di wilayah tersebut pada akhirnya merembet dan mengacaukan jalur interkoneksi kelistrikan di sepanjang Pulau Sumatra, termasuk berimbas ke kawasan Sumatera Utara.(*/cnni)


