Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Ekonom Gunawan Benjamin Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Akibat Pembengkakan Biaya Produksi

Oleh Redaksi 15
Selasa, 19 Mei 2026
Foto: ilustrasi pedagang daging ayam.(Istimewa)

ilustrasi pedagang daging ayam.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Kondisi sejumlah harga kebutuhan pangan pokok masyarakat hingga pekan ketiga Mei 2026 terpantau masih berada dalam tren stabil, namun pemerintah diminta untuk segera bersiap mengantisipasi ancaman lonjakan harga di masa mendatang.

Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa di balik pergerakan harga pangan yang landai saat ini, terdapat tumpukan masalah pada komponen hulu yang wajib diwaspadai. Berdasarkan data pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Kota Medan, komoditas daging ayam yang kini tertahan di level 35.050 rupiah per kilogram sesungguhnya sedang mengalami tekanan akibat melimpahnya pasokan di pasar tradisional, bukan karena penurunan biaya operasional.

Berita Ekonomi: Ekonom Gunawan Benjamin Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Akibat Pembengkakan Biaya Produksi

Iklan Indako SeputarSumut

“Untuk sejumlah harga kebutuhan pangan masyarakat sejauh ini terpantau masih bergerak stabil. Namun dibalik stabilnya harga pangan tersebut ada beberapa hal yang harus diwaspadai pemerintah. Untuk harga daging ayam di kota medan melalui pemantauan PIHPS, yang sebelumnya turun dan bertahan di level 35.050 per Kg saat ini, lebih dikarenakan oleh dorongan lonjakan supply,” ujar Gunawan Benjamin saat memberikan keterangan di Medan pada Selasa (19/5).

Sebelum mencapai posisi sekarang, harga daging ayam di pasar tradisional sempat bertahan lama di atas level 40 ribu rupiah per kilogram. Penurunan yang terjadi belakangan ini murni disebabkan oleh membanjirnya pasokan barang secara masif di pasar. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada sektor input produksi peternakan yang terus merangkak naik, di mana harga pakan ternak dalam satu bulan terakhir telah membengkak lebih dari 300 rupiah per kilogram.

“Sebelumnya harga daging ayam sempat bertahan di atas 40 ribu per Kg, penurunan yang terjadi belakangan ini lebih dikarenakan oleh pasokan yang cukup signifikan dan membanjiri pasar tradisional. Sehingga harga daging ayam alami tekanan. Namun tetap saja biaya produksi untuk daging ayam alami kenaikan. Harga pakan dalam sebulan terakhir naik lebih dari 300 per Kg,” jelasnya.

Berita Terkait

Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025

Situasi serupa juga melanda komoditas daging sapi yang saat ini masih bertahan stabil dalam rentang rata-rata harga 142.500 hingga 150 ribu rupiah per kilogram. Kestabilan harga ini dinilai semu karena para pedagang di lapangan terpaksa menanggung kerugian lantaran mereka tidak memiliki keberanian untuk mendongkrak harga jual ke level konsumen. Di sisi lain, harga telur ayam belakangan ini juga terpantau melandai ke kisaran rentang 1.600 hingga 2.100 rupiah per butir akibat lonjakan kapasitas produksi peternak.

“Selanjutnya untuk komoditas daging sapi, sejauh in masih bertahan stabil dalam rentang rata-rata 142.500 hingga 150 ribu per Kg nya. Harga tersebut terbilang stabil, walaupun di lapangan pedagang daging sapi tengah menanggung rugi karena tidak berani menaikkan harga jual. Disisi lain harga telur ayam belakangan ini mengalami penurunan, dalam rentang 1.600 hingga 2.100 per butir. Penurunan harga telur ayam juga lebih dikarenakan oleh faktor supply. Produksi telur ayam naik seiring dengan penigkatan produksi,” tuturnya.

Sementara itu, untuk sektor hortikultura dan tanaman pangan lainnya, PIHPS Kota Medan mencatat harga cabai merah rata-rata ditransaksikan di angka 31.500 rupiah per kilogram dan cabai rawit bertengger di rata-rata harga 35.300 rupiah per kilogram. Untuk komoditas minyak goreng jenis curah diperdagangkan pada kisaran harga 20.400 rupiah per kilogram, sedangkan komoditas beras medium yang sempat mengalami lonjakan pada periode sebelumnya kini mulai bergerak stabil di rentang harga 14.850 rupiah hingga 15.050 rupiah per kilogram.

Untuk komoditas bawang merah, meskipun sempat mengalami kenaikan harga sekitar 200 rupiah per kilogram selama satu minggu terakhir, harganya terpantau masih bertahan pada rata-rata 40.900 rupiah per kilogram. Gunawan menegaskan bahwa persoalan mendasar dari pergerakan pasar saat ini bukanlah harga jual di tingkat hilir, melainkan adanya ketimpangan akibat lonjakan biaya produksi pada komponen hulu yang mulai tidak berimbang.

“Demikian halnya bawang merah, meskipun terpantau naik sekitar 200 per kg sepekan terakhir, namun sejauh ini bertahan di rata-rata harga 40.900 per Kg. Secara keseluruhan harga memang masih terpantau bergerak stabil. Namun yang menjadi persoalan adalah kestabilan harga itu terjadi disaat ada kenauikan pada komponen biaya produksi,” paparnya.

Dampak dari tingginya biaya produksi tersebut memaksa sebagian pedagang untuk menahan harga jual, atau menempuh opsi lain berupa pengurangan kuantitas dan volume barang dagangan mereka, yang dikenal sebagai fenomena shrinkflation. Fenomena shrinkflation serta gejala inflasi ini sudah sangat mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, terutama pada barang kebutuhan masyarakat yang menggunakan kemasan berbahan dasar plastik. Oleh karena itu, Gunawan meminta pemerintah untuk jauh lebih berhati-hati dalam memantau perkembangan komoditas hortikultura serta tanaman pangan ke depan.

“Dan sebagian pedagang masih menahan harga atau sebagian lagi justru mengurangi kuantitas barangnya (shrinkflation). Pada kebutuhan lain yang banyak menggunakan kemasan plastik, fenomena shrinkflation maupun inflasi pada umumnya bisa ditemukan dengan mudah di pasar. Dan untuk komoditas pangan hortikultura maupun tanaman pangan, sebaiknya pemerintah lebih berhati-hati lagi,” terangnya.

Berdasarkan analisis perhitungan data di lapangan, masa bercocok tanam yang berjalan di tengah mahalnya harga pupuk serta melonjaknya harga bahan baku plastik pembungkus sudah mulai berlangsung sejak bulan Maret lalu dan konsisten bertahan tinggi hingga saat ini. Efek rembetan dari mahalnya komponen input pertanian tersebut dihitung akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pergerakan inflasi pada bulan Juni dan Juli mendatang. Selain itu, inflasi di bulan Mei akibat kenaikan harga plastik juga diproyeksikan mulai menjalar ke berbagai sektor kebutuhan masyarakat lainnya.

“Saya menghitung musim cocok tanam saat harga pupuk maupun harga plastik mahal (naik) itu terjadi dimulai pada Maret hingga bertahan mahal saat ini. Sehingga dampaknya akan sangat terasa pada bulan Juni maupun Juli mendatang. Dan inflasi di bulan Mei karena kenaikan harga plastik juga mulai akan dirasakan karena mulai merembet ke sejumlah harga kebutuhan lainnya,” katanya.

Pembengkakan pada Harga Pokok Produksi (HPP) ini nantinya secara otomatis akan memaksa terjadinya kenaikan harga jual di tingkatan para petani. Jika realisasi harga beli di tingkat konsumen nantinya dipaksakan tetap berada di bawah harga keekonomian, maka potensi terjadinya lonjakan harga yang ekstrem akan berpeluang besar terjadi di masa mendatang. Untuk komoditas cabai merah, Gunawan menghitung pergerakan harganya pada bulan Juni nanti diperkirakan masih berpeluang stabil di bawah level 40 ribu rupiah per kilogram karena didukung oleh melimpahnya potensi pasokan dari wilayah Sumatera Utara.

Meskipun demikian, stabilitas harga cabai merah di Sumatera Utara berpotensi terganggu dan ikut melonjak apabila daerah-daerah lain di luar wilayah Sumut mengalami kelangkaan pasokan yang parah. Kondisi tersebut diprediksi akan menjadi sangat berbahaya jika aktivitas produksi tanaman cabai di wilayah luar Sumatera Utara mengalami kerusakan atau gagal panen akibat terjangan fenomena iklim El Nino. Dengan demikian, skenario harga pangan yang terlihat stabil pada bulan Juni sesungguhnya menyimpan risiko lompatan harga yang tinggi pada bulan-bulan berikutnya.

“Dampak dari kenaikan HPP tersebut nantinya akan mendorong kenaikan harga jual di level petani. Dan jika realisasi harg adi level konsumen nantinya masih dibawah harga keekonomian. Maka potensi lonjakan harga tetap akan berpeluang terjadi kemudian. Seperti halnya cabai merah, saya menghitung bulan Juni nanti harga masih berpeluang stabil di bawah 40 ribu per Kg. Hal ini karena melihat potensi supply yang besar di wilayah Sumut. Sehingga kenaikan harga hanya akan terjadi jika wilayah lain di luar Sumut alami lonjakan. Dan akan menjadi sangat berbahaya jika wialayah lain tanaman cabainya alami gangguan produksi karena el nino. Sehingga skenario harga stabil saat bulan juni menyisahkan kemungkinan lompatan di bulan-bulan selanjutnya,” pungkas Gunawan.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com