Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Medan

Eksekusi Bangunan di Kelurahan Tanjung Mulia Ditentang Warga

Warga menduga adanya praktik mafia tanah

Oleh Redaksi 15
Senin, 23 Juni 2025
Foto: Warga memblokade Jalan Alumunium I saat menolak eksekusi. (Foto: Deddy/Mistar)

Warga memblokade Jalan Alumunium I saat menolak eksekusi. (Foto: Deddy/Mistar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan – Pelaksanaan eksekusi terhadap beberapa bangunan di Wilayah 16, 17, dan 20, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, mengundang reaksi keras dari masyarakat. Mereka menduga adanya praktik mafia tanah yang melibatkan beberapa oknum dari pemerintah daerah.

Kecurigaan tersebut disampaikan oleh warga melalui orasi dan penempatan spanduk protes di sepanjang Jalan Alumunium I pada hari Senin (23/6/2025) seperti dilansir dari Mistar.id.

Info Medan: Eksekusi Bangunan di Kelurahan Tanjung Mulia Ditentang Warga

Iklan Indako SeputarSumut

Salah satu spanduk dengan tegas menyatakan penolakan warga terhadap praktik mafia tanah.

“Kami penduduk lingkungan 16, 17, dan 20 Tanjung Mulia menolak segala bentuk mafia tanah! Kami akan mempertahankan hak atas tanah kami sampai akhir,” demikian isi salah satu spanduk.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Hiber Marbun, secara langsung menuduh kepala lingkungan (kepling), lurah, dan camat Medan Deli telah memberi kesempatan bagi mafia tanah untuk beroperasi di kawasan tersebut.

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Tahun 2026

Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat

“Setelah pergantian kepling beberapa tahun yang lalu, kekacauan mulai muncul. Kami percaya pemerintah di tingkat bawah terlibat. Dulu, kepling yang lama justru menolak keberadaan mafia tanah. Sekarang, kepling yang baru malah tidak terlihat saat warganya menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal,” ungkap Hiber.

Sebagai bentuk protes, warga bahkan memasang poster bertuliskan “Fedi Pengkhianat Lingkungan 17 Tanjung Mulia” yang disertai dengan foto kepling. Kepling dari wilayah 16, 17, dan 20 disebut telah menghilang dan tidak muncul di lingkungan mereka dalam beberapa hari terakhir.

Mengenai kepemilikan tanah, Hiber menyebutkan bahwa warga memiliki akta jual beli yang distempel oleh kelurahan dan secara rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya.

“Kami bukan warga ilegal. Kami memiliki surat, akta jual beli yang telah diakui oleh kelurahan. PBB kami bayar setiap tahun. Anak-anak kami lahir di sini. Ini adalah pemukiman yang sah,” ujarnya.

Tunda Eksekusi

Pengadilan Negeri Medan membatalkan pelaksanaan eksekusi karena tidak mendapatkan jaminan keamanan dari pihak kepolisian.

“Eksekusi ditunda karena persiapan pengamanan belum matang,” jelas Juru Bicara PN Medan, Soniady Drajat Sadarisman saat ditemui di PN Medan.
Sementara itu, warga mengaku telah menerima informasi dari petugas Binmas bahwa eksekusi belum akan berlangsung dalam waktu yang belum ditentukan.

“Menurut aparat Binmas, eksekusi ditunda karena polisi sedang fokus mempersiapkan perayaan HUT Bhayangkara yang akan datang pada awal Juli,” kata Hiber.

Sebelumnya, ribuan warga telah memblokade Jalan Alumunium I sebagai wujud penolakan terhadap rencana eksekusi. Mereka berkumpul sejak pagi dan bertekad untuk menjaga hak atas lahan yang telah mereka huni selama bertahun-tahun.(mistar)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Wakil Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Tahun 2026
  • Netflix Resmi Rilis Serial Fiksi Ilmiah Human Vapor Hasil Kolaborasi Jepang dan Korea Selatan
  • Potensi Terapeutik Nikotin untuk Terapi Gangguan Saraf
  • Ketua DPRD Medan Apresiasi Kolaborasi Pemko dan PWPM Promosikan UMKM
  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com