Jakarta, SeputarSumut – Menghargai kehadiran seorang ibu dapat dilakukan dengan menyaksikan film ‘Bila Esok Ibu Tiada’ yang sangat relevan ditonton pada momentum Hari Ibu 22 Desember. Melalui alur cerita keluarga yang emosional dan realistis, film ini mampu memberikan pesan mendalam bagi setiap penontonnya.
Kisah drama keluarga yang menyentuh ini merupakan hasil adaptasi dari novel populer tulisan Nagiga Nur Ayati. Di bawah arahan sutradara Rudi Soedjarwo, film tersebut mengeksplorasi tema pengorbanan serta dinamika cinta dan konflik yang kerap terjadi dalam sebuah keluarga besar.
Kilas Hiburan: Film Bila Esok Ibu Tiada Jadi Tontonan Makna
Fokus utama narasi terletak pada perjuangan Rahmi, seorang ibu tunggal yang membesarkan empat orang anak setelah suaminya wafat. Walaupun kondisi fisiknya kian melemah, Rahmi tetap berupaya sekuat tenaga untuk menjaga kerukunan anak-anaknya yang memiliki watak berbeda-beda.
Ketegangan mulai memuncak saat Ranika, sang anak sulung, bersikap sangat dominan dalam mengendalikan urusan keluarga mereka. Friksi akibat perbedaan prinsip hidup ini menyebabkan hubungan persaudaraan mereka menjadi renggang dan memicu serangkaian pertengkaran hebat.
Kendati permasalahan kian pelik, film ini tetap menonjolkan bagaimana kasih sayang seorang ibu tetap abadi dan tanpa batas. Sosok Rahmi diperlihatkan sebagai figur yang selalu menaruh kesejahteraan anak-anaknya di atas kepentingan dan kenyamanan dirinya sendiri.
Karakter Rahmi diperankan dengan sangat memukau oleh aktris senior Christine Hakim yang memberikan sentuhan emosi luar biasa. Kesuksesan akting dalam film ini juga didukung oleh sederet aktor ternama seperti Slamet Rahardjo, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, serta Yasmin Napper.
Masyarakat yang ingin mencari tontonan reflektif di Hari Ibu dapat mengakses film ini melalui layanan streaming Netflix. ‘Bila Esok Ibu Tiada’ menjadi pilihan tepat untuk disaksikan bersama keluarga guna memupuk rasa syukur dan empati terhadap peran besar seorang ibu.(*/rri)


