Medan, SeputarSumut – Kemeriahan mewarnai acara Meet & Greet film horor terbaru produksi Heart Pictures berjudul “Tolong Saya (Dowa Juseyo)” yang berlangsung di Plaza Medan Fair, Sabtu (24/1/2026). Setelah menyapa penggemar di Medan, rangkaian promosi film ini akan berlanjut ke Pematang Siantar pada Minggu (25/1/2026) besok, untuk memberikan kesempatan bagi warga Siantar bertemu langsung dengan para pemeran.
Film yang mengusung konsep urban horror lintas negara ini dijadwalkan akan meneror penonton di bioskop mulai tanggal 29 Januari 2026.
Kilas Hiburan: Film “Tolong Saya” Gelar Meet & Greet di Medan dan Berlanjut ke Pematang Siantar Besok
Produser Eksekutif, Herty Paulina Purba, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan merilis proyek ini yang memadukan latar tempat antara Indonesia dan Korea. Ia menjelaskan bahwa pemilihan genre horor didasari oleh potensi pasar yang sangat kuat saat ini, namun dengan sentuhan yang berbeda dari film horor klasik pada umumnya.
“Kita pengen ini lebih urban, jadi berbeda. Kita mengambil setting di Korea supaya ada kesan urban dari negara-negara yang berbeda. Pemainnya juga muda-muda, benar-benar wajah baru yang membuat segar dan penasaran,” kata Herty Paulina Purba.
Herty juga menambahkan adanya unsur budaya Indonesia yang disisipkan dalam film ini, seperti tradisi Ayam Dayok Nabinatur khas Simalungun saat melepas anak ke luar negeri. Kehadiran elemen Simalungun ini pula yang menjadikan kunjungan ke Pematang Siantar besok terasa sangat istimewa dan personal bagi tim produksi.
Selain itu, ia menceritakan tantangan syuting di Busan, Korea Selatan, yang menuntut kedisiplinan waktu yang sangat tinggi dibandingkan dengan kebiasaan di tanah air.
Di sisi lain, Kim Geba yang memerankan karakter Dr. Park Min Jae, menandai debutnya di layar lebar Indonesia melalui film ini. Setelah lima tahun berkarier sebagai YouTuber, pria asal Korea yang sudah 23 tahun tinggal di Indonesia ini mengaku sangat antusias meskipun harus menghadapi tantangan teknis yang berbeda.
Aktor Dito Darmawan juga berbagi alasannya tertarik bergabung dalam proyek ini. Ia merasa proyek “Tolong Saya” memiliki nilai keunikan tersendiri karena melakukan kolaborasi budaya yang orisinal. “Dari awal ditawarin, kita justru menggabungkan antara Indonesia sama Korea secara mandiri. Apalagi lawan mainnya ada Saskia Chadwick, Kim Geba, dan Cinta Brian, ini proyek spesial buat gue,” ungkap Dito.
Pengalaman mistis selama proses syuting turut dibeberkan oleh aktris utama, Saskia Chadwick. Ia mengenang kejadian saat syuting di sebuah hutan di Jakarta di mana salah satu kru mengalami kesurupan selama 6 jam hingga proses syuting terasa sangat melelahkan secara fisik dan mental.
Selama proses syuting di Busan, tim produksi mendapatkan dukungan penuh dari konsultan kebudayaan setempat untuk perizinan lokasi ikonik seperti universitas, masjid, dan pantai di Busan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memberikan pengalaman sinematik horor yang segar bagi penonton Indonesia.
Bagi masyarakat Pematang Siantar dan sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan untuk bertemu dengan para pemain “Tolong Saya” dalam acara Meet & Greet besok, Minggu (25/01/2026), sebelum film ini resmi tayang serentak di bioskop minggu depan.(Siong)


