Jakarta, SeputarSumut — Insiden runtuhnya sebuah bangunan yang tengah dalam proses pembangunan di Filipina pada Minggu (24/5) pagi memicu kekhawatiran atas keselamatan para pekerjanya. Sebanyak 19 orang dikhawatirkan terjebak di balik reruntuhan gedung beton sembilan lantai yang belum selesai dikerjakan tersebut.
Kabar mengenai ambruknya struktur bangunan ini pertama kali dikonfirmasi oleh jajaran pejabat Angeles City yang berlokasi 80 kilometer utara Manila. Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan resmi mengenai peristiwa tersebut sekitar pukul 3:00 pagi waktu setempat. Hingga saat ini, penyebab pasti dari robohnya konstruksi beton tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Dunia Internasional: Gedung Sembilan Lantai Roboh di Filipina, 19 Orang Terjebak
Berdasarkan pemberitaan dari AFP, kondisi di lapangan dilaporkan cukup parah karena bagian dinding serta perancah bangunan mengalami ambruk total. Menurut keterangan dari petugas informasi kota, Jay Pelayo, situasi ini berpeluang besar menjebak orang-orang yang berada di area kerja di bawah tumpukan material yang runtuh.
Terkait dengan dampak insiden, pihak berwenang sejauh ini belum merilis laporan awal mengenai adanya korban jiwa. Walakin, upaya pencarian intensif terus berjalan mengingat keberadaan para pekerja di lokasi tersebut masih belum dipastikan seluruhnya. “ada 19 personel yang biasanya melapor di daerah tersebut, kami sedang coba temukan sekarang,” kata Pelayo.
Proses evakuasi di lokasi kejadian juga menghadapi kendala teknis yang cukup berat akibat besarnya material bangunan yang runtuh. Petugas di lapangan membutuhkan alat berat guna menyingkirkan material bangunan yang masif. “Ada potongan-potongan besar beton, dan kami membutuhkan peralatan untuk mengangkatnya. Itulah yang menjadi tantangan bagi penyelamatan saat ini,” kata Pelayo.
Di sisi lain, perkembangan terbaru dari pemerintah kota menunjukkan adanya sejumlah korban yang telah berhasil dievakuasi dari area bencana. Data awal mencatat sebanyak 24 orang berhasil diselamatkan dari timbunan reruntuhan utama, sementara dua orang lainnya berhasil dievakuasi dari sebuah bangunan hotel yang ikut tertimpa dampak runtuhan.
Pemerintah setempat masih mencocokkan data para korban selamat ini dengan daftar pekerja yang sempat dinyatakan hilang kontak di lokasi proyek. “Kami berharap 19 orang itu termasuk dalam jumlah tersebut” dan karenanya telah ditemukan, ucap Pelayo.
Langkah penanganan lanjutan kini berfokus pada pendataan medis serta pemulihan para korban di lokasi perawatan. Disampaikan oleh Pelayo, pendalaman informasi untuk menentukan identitas para korban selamat masih terus berlangsung. Kata Pelayo, mereka yang diselamatkan berada dalam kondisi stabil.(*/cnni)


