Jakarta, SeputarSumut — Peristiwa erupsi melanda Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (19/7) siang hari, dengan catatan lontaran kolom abu vulkanik menembus ketinggian hingga 1,5 kilometer di atas bagian puncak.
“Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 19 Juli 2026 pukul 13:20 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 3.084 m di atas permukaan laut),” demikian laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Satria Nugroho Wicaksana.
Lintas Nasional: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Semburkan Abu Vulkanik 1,5 Kilometer
Berdasarkan keterangan dari Satria, aktivitas vulkanik yang terjadi di gunung tersebut terekam dengan jelas pada alat seismogram PPGA dengan durasi waktu kebencanaan selama 6 menit 4 detik serta memiliki kekuatan amplitudo maksimum menyentuh 29.6 milimeter.
Pantauan visual di lapangan memperlihatkan struktur kolom abu dari gunung api tersebut tampak memiliki corak warna kelabu disertai tingkat intensitas tebal yang bergerak mengarah ke sisi utara, barat, serta barat laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi ± 6 menit 4 detik,” kata Satria.
Petugas pos pengamatan menjelaskan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki secara geografis bertempat di area Desa Nurabelen, Kecamatan Wulanggitang dan memiliki ketinggian fisik mencapai 1.584 meter di atas permukaan laut, di mana kondisi terbarunya kini dikonfirmasi masih bertahan pada status siaga atau level III.
Seiring dengan penetapan status siaga atau level III tersebut, pihak PPGA secara resmi telah menerbitkan rentetan rekomendasi berupa larangan bagi segenap warga untuk menjauh dan tidak menyelenggarakan segala bentuk aktivitas pada area radius 5 kilometer dari titik pusat erupsi.
“Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” tulis Nurjansyah dalam laporannya.
Lembaga PPGA turut melayangkan imbauan bagi kelompok masyarakat yang kawasan permukimannya terpapar oleh sebaran hujan abu vulkanik agar senantiasa mengenakan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi terhindar dari ancaman gangguan penyakit infeksi saluran pernapasan.(*/cnni)

