Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Harga Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Medan Fluktuatif Cabai dan Bawang Mengalami Penyesuaian

Oleh Redaksi 15
Minggu, 17 Mei 2026
Foto: ilustrasi bumbu dapur giling.(Foto: MPI)

ilustrasi bumbu dapur giling.(Foto: MPI)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Daftar harga untuk sejumlah komoditas bumbu dapur utama di beberapa pasar tradisional yang tersebar di wilayah Kota Medan memperlihatkan pergerakan yang dinamis dan fluktuatif pada Minggu (17/5/2026).

Melalui hasil monitoring langsung di lapangan, grafik harga di tingkatan pedagang mengalami proses penyesuaian nilai yang bervariasi antara satu pusat perbelanjaan dengan lokasi pasar lainnya yang dipicu oleh faktor pasokan barang.

Berita Ekonomi: Harga Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Medan Fluktuatif Cabai dan Bawang Mengalami Penyesuaian

Iklan Indako SeputarSumut

Bila menilik situasi di Pasar Petisah, banderol untuk komoditas bawang merah serta cabai rawit secara bersamaan terdata merangkak naik jika disandingkan dengan harga pada beberapa hari lalu.

Nilai jual komoditas bawang merah terkoreksi naik menuju angka Rp40.000 per kg dari nilai mula-mula sebesar Rp39.000 per kg, sedangkan komoditas cabai rawit mengalami lonjakan hingga menyentuh Rp33.000 per kg dari harga terdahulu di angka Rp30.000 per kg.

“Bawang merah dan cabai rawit naik lagi hari ini. Bawang merah sekarang saya jual Rp40.000 dan cabai rawit naik menjadi Rp33.000 per kilogram. Kalau bawang putih harganya masih stabil di Rp30.000, sedangkan cabai merah justru turun dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilo,” kata Laila, salah seorang pedagang di Pasar Petisah.

Berita Terkait

Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025

Fenomena yang kontras justru mendominasi jalannya transaksi di Pasar Kampung Lalang. Pada area pasar bersangkutan, sebagian besar harga dari komoditas pangan pokok didapati merosot dengan besaran yang cukup berjarak, terkecuali untuk harga cabai merah yang kedudukannya terpantau ajek.

Seorang penjual sayur-mayur yang membuka lapak dagang di Pasar Kampung Lalang, Anju, memaparkan bahwa harga komoditas bawang merah di tempatnya berjualan menyusut dari angka awal Rp43.000 per kg hingga menjadi Rp41.000 per kg.

Di samping itu, komoditas bawang putih ikut mengalami penurunan nilai menjadi Rp30.000 per kg dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp33.000 per kg, lalu diikuti oleh komoditas cabai rawit yang merosot ke level Rp27.000 per kg dari harga terdahulu sebesar Rp29.000 per kg.

“Hari ini banyak yang turun harganya di lapak saya. Bawang merah sekarang turun jadi Rp41.000 dan bawang putih turun ke angka Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit juga turun dua ribu menjadi Rp27.000, sementara hanya cabai merah saja yang harganya stabil di Rp35.000 per kilogram,” ucap Anju saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagangnya.

Adanya ketimpangan tren harga yang terjadi di antara kedua pasar skala besar di wilayah Medan ini disinyalir mencuat karena terdapat perbedaan waktu ketibaan distribusi barang dari wilayah pusat produksi utama serta jumlah persediaan yang dikuasai oleh tiap-tiap pedagang. Atas dasar situasi tersebut, warga disarankan agar bertindak lebih cermat dalam melakukan komparasi harga demi menekan pengeluaran belanja harian rumah tangga.(*/mst)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com