Medan, SeputarSumut – Kinerja bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi pembukaan dengan catatan positif di level 8.959, menunjukkan gairah pasar yang cukup stabil di tengah fluktuasi regional.
Pengamat Ekonomi asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, memberikan analisanya terkait pergerakan pasar modal hari ini. Ia melihat adanya ambisi indeks untuk mencetak rekor baru, namun tetap harus waspada terhadap potensi tertahannya laju penguatan tersebut.
Berita Ekonomi: IHSG Berpeluang Tembus Level Psikologis 9.000
“IHSG pada perdagangan hari ini sebenarnya memiliki peluang besar untuk menembus level psikologis 9.000. Akan tetapi, besar kemungkinan indeks akan mengalami fase konsolidasi terlebih dahulu dalam rentang 8.900 hingga 8.990 sebelum benar-benar melompat ke level tersebut,” ujar Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (7/1/2026).
Potensi konsolidasi ini bukan tanpa alasan, mengingat adanya sejumlah sentimen ekonomi global yang kurang mendukung. Data terbaru S&P Global Services Amerika Serikat menunjukkan perlambatan ke level 52.5 pada bulan Desember, turun dari posisi bulan sebelumnya yang berada di level 54.1.
Selain itu, penguatan kinerja grafik USD Index dibandingkan periode perdagangan sebelumnya turut menjadi faktor pemberat. Kondisi mata uang Negeri Paman Sam yang perkasa ini diprediksi akan memberikan tekanan tambahan bagi kinerja IHSG sepanjang hari ini.
“Saat ini USD Index ditransaksikan di kisaran 98.53, dan kondisi ini berdampak langsung pada nilai tukar Rupiah yang mengalami tekanan di kisaran level 16.775 per US Dolar,” tambah Gunawan.
Lebih lanjut, Gunawan Benjamin menyoroti bahwa pelemahan mata uang Garuda ini juga dipicu oleh tantangan pada sisi fiskal. Tekanan fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi beban tersendiri yang akhirnya merembet pada sentimen negatif di pasar saham.
“Rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam tren melemah pada hari ini. Kami memproyeksikan rentang pergerakannya berada di level 16.750 hingga 16.790 per US Dolar,” jelasnya lagi.
Di pasar komoditas, harga emas dunia terpantau mengalami koreksi tipis dan ditransaksikan pada level $4.471 per ons troy. Jika dikonversi ke mata uang lokal, harga logam mulia ini masih bertahan di kisaran angka 2,4 juta per gram.
Menurut Gunawan, penurunan tipis harga emas ini lebih dipicu oleh perilaku investor yang memanfaatkan situasi minim sentimen baru. “Pelaku pasar cenderung menggunakan momen ini untuk melakukan aksi profit taking atau ambil untung, setelah melihat kenaikan harga emas yang cukup signifikan di awal tahun 2026,” pungkasnya.(Siong)


