Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

IHSG Melemah dan Rupiah Dekati 17400 Pengamat Ekonomi Sumut Soroti Agenda MSCI Serta Geopolitik Global

Oleh Redaksi 15
Senin, 11 Mei 2026
Foto: Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin.(Ist)

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Pasar keuangan Asia menunjukkan pergerakan variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan awal pekan ini, namun kondisi berbeda terlihat pada pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau melemah ke level 6959 pada pembukaan perdagangan Senin 11 Mei 2026. Pelemahan ini beriringan dengan kinerja mata uang Rupiah yang ditransaksikan merosot ke level 17370 per US Dolar. Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pergerakan mata uang Garuda kini kembali mendekati level psikologis 17400 per US Dolar seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kondisi Rupiah tersebut dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia serta membaiknya kinerja USD Index yang relatif stabil di kisaran 99 dolar AS hingga 104 dolar AS per barel. Selain dinamika mata uang, Gunawan Benjamin menjelaskan bahwa fokus pelaku pasar dalam sepekan ke depan akan tertuju pada sejumlah agenda ekonomi penting, terutama terkait langkah Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Salah satu agenda krusial adalah pengumuman pembobotan yang akan dilakukan oleh peringkat efek tersebut.

Berita Ekonomi: IHSG Melemah dan Rupiah Dekati 17400 Pengamat Ekonomi Sumut Soroti Agenda MSCI Serta Geopolitik Global

Iklan Indako SeputarSumut

“Pelaku pasar akan menanti apakah MSCI nantinya akan menambah bobot sahamnya di pasar keuangan domestik atau justru menguranginya,” ungkap Gunawan Benjamin di Medan, Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, kabar tersebut akan menjadi informasi yang sangat krusial bagi integritas pasar keuangan tanah air. Namun, ia juga memberikan catatan mengenai beberapa indikator ekonomi makro yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi keputusan MSCI. Tantangan tersebut meliputi data manufaktur yang mengalami kontraksi, kondisi defisit fiskal, hingga memanasnya tensi geopolitik global.

“Pelemahan mata uang Rupiah bisa saja menjadi pemberat bagi keputusan MSCI. Meski demikian, rilis data pertumbuhan ekonomi yang melonjak ke level 5,61 persen menjadi salah satu faktor yang diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan investor,” jelas Gunawan lebih lanjut.

Berita Terkait

Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025

Dari sisi eksternal, kewaspadaan pelaku pasar meningkat drastis seiring memburuknya situasi konflik di Timur Tengah. Eskalasi ketegangan melibatkan peringatan dari pihak Israel kepada Iran bahwa konflik tersebut belum sepenuhnya berakhir. Di saat yang sama, Amerika Serikat secara resmi menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran, sementara pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada Amerika Serikat maupun Israel.

Situasi geopolitik yang tidak menentu ini memberikan dampak negatif pada harga logam mulia dunia. Harga emas terpantau mengalami penurunan di kisaran level 4683 dolar AS per ons troy, atau setara dengan sekitar 2,62 juta rupiah per gram. Meskipun tren saat ini menunjukkan koreksi, Gunawan menilai nilai emas masih memiliki daya tahan di pasar global.

“Harga emas masih diselimuti sentimen negatif di tengah memburuknya tensi geopolitik belakangan ini. Walaupun demikian, harga emas masih mampu bertahan di atas level 4500 dolar AS per ons troy dan tetap ditopang oleh sentimen fundamental yang kuat,” pungkas Gunawan.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com