Jakarta, SeputarSumut — Militer Israel resmi meluncurkan gelombang serangan balasan dengan membidik serangkaian titik yang dikategorikan sebagai target militer di dalam teritorial Iran pada Senin (8/6). Aksi ofensif tersebut memicu kemunculan suara dentuman keras yang terdengar di beberapa wilayah di Iran bagian tengah serta bagian barat.
Laporan stasiun televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera, mengonfirmasi bahwa getaran dan bunyi ledakan telah terdeteksi pada sejumlah kota strategis.
Dunia Internasional: Israel Lancarkan Serangan Udara Balasan Targetkan Sejumlah Kota Militer di Iran
“Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz dan Isfahan,” tulis pihak TV pemerintah setempat melalui saluran resmi di Telegram.
Hingga saat ini, belum dirilis laporan lanjutan ataupun data resmi mengenai total jumlah korban jiwa maupun skala kerusakan fasilitas pascaserangan tersebut terjadi.
Langkah penyerangan terbaru dari pihak Israel ini digulirkan setelah wilayah mereka terlebih dahulu dihujani oleh serangkaian tembakan rudal dari militer Iran pada Minggu (7/6). Pihak Iran mengklaim bahwa tindakan meluncurkan rudal tersebut diposisikan sebagai bentuk peringatan keras atas aksi Israel yang menggempur kawasan perbatasan Lebanon pada akhir pekan lalu.
“IDF (militer Israel) akan menyerang musuh dengan kekuatan penuh, segera setelah lampu hijau diberikan,” kata Panglima militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, sebagaimana dikutip oleh kantor berita AFP.
Gempuran rudal yang diarahkan Iran menuju pusat teritorial Israel ini sekaligus menandai momen penyerangan secara langsung yang pertama kali terjadi, semenjak kesepakatan gencatan senjata yang rapuh resmi diberlakukan pada April lalu. Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran global bahwa pertempuran dalam skala masif di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali pecah.
Sebelum insiden balasan ini meletus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan rencana dirinya untuk menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara langsung demi membujuk pihak Israel agar mengurungkan niat membalas agresi Iran. Trump mengkhawatirkan bahwa rantai serangan terbaru ini justru akan memperkeruh situasi serta menghambat jalannya proses negosiasi perdamaian antara pihak Iran dan Israel.
“Saya akan menelepon Bibi (Netanyahu) sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas,” kata Trump kepada media Axios.
“Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan lain,” imbuhnya.(*/cnni)

