Jakarta, SeputarSumut — Layanan streaming Disney+ dijadwalkan bakal segera menayangkan film animasi terbaru garapan Pixar yang berjudul ‘Hoppers’ mulai tanggal 3 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Variety, sinema bertema keluarga ini menyuguhkan kisah petualangan unik yang berfokus pada kehidupan seorang karakter bernama Mabel Tanaka.
Mabel Tanaka digambarkan sebagai seorang figur perempuan yang sangat mencintai dunia satwa. Demi bisa menjalin komunikasi secara langsung dengan kawanan hewan, ia memanfaatkan penemuan teknologi mutakhir yang mampu memindahkan kesadaran pikirannya ke dalam struktur tubuh seekor berang-berang robot yang berwujud sangat realistis.
Kilas Hiburan: Jadwal Tayang Film Animasi Pixar Hoppers di Disney+ Beserta Sinopsis dan Daftar Pengisi Suara
Kecintaan Mabel terhadap lingkungan alam liar tumbuh sejak dirinya masih belia di kota Beaverton. Pada masa kecilnya, ia kerap menghabiskan waktu bersama sang nenek di sebuah kawasan hutan kecil yang menjadi habitat bagi beraneka ragam satwa liar, terutama komunitas berang-berang, di mana figur sang nenek menjadi inspirasi besar baginya.
Konflik mulai berkembang beberapa tahun kemudian ketika Wali Kota Beaverton, Jerry Generazzo, menggagas sebuah rencana untuk menggusur kawasan hutan kecil tersebut guna dialihfungsikan menjadi jalur jalan bebas hambatan. Mabel yang telah menginjak usia 19 tahun dengan gigih melakukan aksi penolakan terhadap proyek Jerry dan berupaya mengumpulkan dukungan publik lewat petisi, meski langkah tersebut berakhir dengan kegagalan.
Fokusnya pada aksi aktivisme lingkungan tersebut membuat Mabel mengabaikan kegiatan studinya di bangku kuliah, hingga memicu rasa frustrasi dari profesor biologi yang mengajarnya, Dr. Samantha ‘Sam’ Fairfax. Pada suatu malam hari, ketika Mabel sedang berupaya mengarahkan kawanan berang-berang untuk kembali masuk ke dalam area hutan, ia tidak sengaja menjumpai sebuah proyek rahasia.
Dalam momen tersebut, ia mendapati fakta bahwa Sam bersama rekan-rekan sejawatnya tengah melakukan pengembangan terhadap sebuah inovasi teknologi teranyar yang dinamai Hoppers. Sistem dalam program ini memberikan kemampuan bagi kesadaran seorang manusia untuk ‘melompat’ masuk ke dalam fisik hewan robotik, dengan tujuan agar dapat mengamati serta merasakan pola kehidupan satwa secara lebih dekat.
Melihat adanya kesempatan emas untuk mempertahankan kelestarian hutan, Mabel memutuskan untuk nekat melompat masuk ke dalam wujud berang-berang robotik walaupun tindakan tersebut ditentang oleh Sam, hingga ia memilih melarikan diri dari area laboratorium. Mabel kemudian diturunkan di tengah hutan oleh seekor burung hantu, di mana kehadiran dirinya sempat memicu kepanikan di kalangan satwa setempat yang mengira bahwa ia adalah seekor berang-berang tulen.
Di dalam hutan, ia bersua dengan King George yang bertindak sebagai pemimpin kelompok berang-berang di area ‘Superlodge’, dan dari sinilah Mabel mulai mendalami adat istiadat yang berlaku di dalam komunitas satwa tersebut. Sepanjang rute perjalanannya, Mabel terus berjuang keras melindungi area hutan dari risiko kehancuran akibat proyek pembangunan yang diarsiteki oleh manusia.
Di samping itu, ia juga berproses dalam menjalin ikatan emosional dengan hewan-hewan di lingkungan sekitarnya, sembari terus berhadapan dengan pergolakan benturan kepentingan antara kelompok manusia dan kelestarian alam. Karakter utama Mabel Tanaka dalam film ini disuarakan oleh Piper Curda, sedangkan tokoh Raja George si berang-berang diisi suaranya oleh Bobby Moynihan.
Selanjutnya, aktor Jon Hamm didapuk sebagai pengisi suara untuk karakter Wali Kota Jerry Generazzo, sementara aktris Kathy Najimy memainkan peran sebagai Dr. Sam Fairfax. Deretan selebritas lain yang turut memperkuat jajaran pengisi suara dalam proyek ini di antaranya adalah Dave Franco, Eduardo Franco, serta Meryl Streep yang mendapatkan peran sebagai Ratu Serangga.
Proses produksi film ‘Hoppers’ berada di bawah arahan sutradara Daniel Chong dengan Nicole Paradis Grindle yang bertindak sebagai produser film. Adapun untuk bagian penulisan naskah skenario dikerjakan oleh Jesse Andrews, dengan aransemen musik orisinal yang digubah oleh Mark Mothersbaugh.(*/rri)


