Dairi, SeputarSumut — Akses utama Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum yang menghubungkan wilayah Sidikalang, Samosir, dan Dolok Sanggul saat ini mengalami lumpuh total akibat tertimbun material longsor. Bencana alam tersebut terjadi di wilayah Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, dengan tumpukan material yang mencapai panjang hingga puluhan meter sehingga menutup seluruh badan jalan dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan jenis apapun.
Kabar mengenai terputusnya jalur vital ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Parbuluan V, Maraden Sagala, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada hari Minggu, 19 April 2026. Ia melaporkan bahwa kondisi di lapangan tidak memungkinkan bagi pengendara untuk melintas karena besarnya volume material yang menutupi jalan raya tersebut.
Kabar Daerah: Jalan Lintas Sumatera Jalinsum Sidikalang Samosir Tertutup Total Akibat Longsor di Parbuluan V
Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Maraden, lokasi titik longsor tersebut berada di Jalinsum Sidikalang–Dolok Sanggul tepatnya pada kilometer 26. Maraden juga mendesak agar bantuan alat berat dari instansi terkait segera dikirimkan ke lokasi kejadian untuk memulai proses evakuasi material agar arus lalu lintas dapat segera pulih.
Adapun urutan kronologi kejadian bermula pada Minggu petang, 19 April 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi longsoran tanah dan bebatuan tersebut berada di titik strategis sebelum jembatan Sungai Lae Renun, Parbuluan, yang menjadi penghubung antar kabupaten di wilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan panjang, Maraden memberikan arahan bagi para pengguna jalan yang hendak menuju arah Sidikalang maupun Medan dari arah Samosir dan Dolok Sanggul. Para pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif melalui rute PLTA Sumbul dengan melintasi Desa Parbuluan VI, Pargambiran, Perjuangan, hingga Tanjung Beringin.
Imbauan pengalihan rute ini juga berlaku bagi para pengemudi yang datang dari arah sebaliknya guna menghindari penumpukan kendaraan di sekitar lokasi longsor. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan memantau perkembangan terkini mengenai proses pembersihan material longsor di jalur tersebut.(*/mst)


