Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Oleh Redaksi 15
Rabu, 1 Juli 2026
Foto: Operasi trem di Kota Leipzig terpaksa dihentikan sementara setidaknya hingga Senin (29/6) pagi waktu setempat akibat jalur rel yang melepuh.(Euronews)

Operasi trem di Kota Leipzig terpaksa dihentikan sementara setidaknya hingga Senin (29/6) pagi waktu setempat akibat jalur rel yang melepuh.(Euronews)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Operasi trem di Kota Leipzig terpaksa dihentikan sementara setidaknya hingga Senin (29/6) pagi waktu setempat akibat jalur rel yang melepuh di sejumlah titik imbas cuaca panas ekstrem di Jerman yang menembus hingga 41 derajat Celsius. Berdasarkan foto dan video yang beredar, kerusakan infrastruktur transportasi massal tersebut dipicu oleh suhu udara yang sangat tinggi di negara tersebut.

Kondisi darurat ini turut memicu respons publik di media sosial melalui sejumlah unggahan mengenai situasi di lapangan. “Panas ekstrem menghentikan semua trem di Leipzig, Jerman,” demikian tulis pengguna akun di X. Pengguna akun tersebut juga menambahkan penjelasan mengenai penyebab teknis kerusakan jalur dengan menuliskan, “Panas ekstrem melelehkan perekat aspal dan beton. Dia meresap ke dalam rel trem dan mengeras, membuat operasi trem tak aman.”

Dunia Internasional: Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Iklan Indako SeputarSumut

Berdasarkan data dari situs perkiraan cuaca, suhu udara di Kota Leipzig pada periode 24 hingga 26 Juni memang tercatat berada di angka 35-40 derajat Celsius. Selain itu, sejumlah wilayah lain di Jerman pada pekan lalu juga mencatat lonjakan suhu yang berada di atas 41 derajat Celsius. Pada hari Sabtu, suhu terpantau mencapai 41,5 derajat Celsius di Drewitz, Saxony-Anhalt, dan angka yang sama kembali terulang pada hari Minggu di Bad Muskau, Saxony. Di hari sebelumnya, suhu di Kota Saarbrücken bahkan menyentuh angka 41,3 derajat Celsius sebagaimana dikutip dari DW.

Fenomena alam yang melanda Jerman ini merupakan bagian dari gelombang panas lebih luas yang saat ini tengah dihadapi oleh sejumlah negara di kawasan Eropa, termasuk Prancis dan Polandia. Dampak fatal dari situasi meteorologi ini juga telah memicu jatuhnya korban jiwa dalam skala yang signifikan di berbagai wilayah terdampak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sudah ada lebih dari 1.300 orang yang tewas imbas gelombang panas yang menghantam beberapa negara di Eropa sejak bulan Juni.

Menanggapi krisis iklim ini, Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberikan pernyataan resmi mengenai situasi yang terus berulang tersebut. Melalui sebuah unggahan, Ghebreyesus mengatakan bahwa gelombang panas kini telah menjadi sebuah fenomena tahunan yang sangat mengkhawatirkan. “Lebih dari 1.300 kematian berlebih sudah tercatat sejak 21 Juni terkait dengan suhu tinggi di Eropa,” kata Ghebreyesus di X. Ia juga memaparkan bahwa gelombang panas kerap disebut sebagai pembunuh diam-diam, terlebih karena berbagai fasilitas publik di Eropa mulai dari sekolah hingga perkantoran pada dasarnya tidak dibangun untuk menghadapi suhu ekstrem.(*/cnni)

Berita Terkait

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

WHO Laporkan Lebih dari 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamax Turbo Topang Performa Ratusan Pembalap di Ajang MotoPrix Region A Sumatera 2026 Aceh
  • PGN Area Medan Layani Savo Dine & Chill, Targetkan Konsumsi Gas Bumi Sektor Kuliner Meningkat
  • Waspada Hujan Ringan Hingga Sedang di Medan dan Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini
  • Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius
  • Harga Pangan di Sumut Turun Imbas Libur Sekolah dan Dapur MBG Libur Sementara
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com