Medan, SeputarSumut — Harga sejumlah komoditas pangan di Sumatra Utara mengalami penurunan harga seiring berjalannya masa libur sekolah yang membuat dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Menurunnya aktivitas dapur MBG tersebut berdampak langsung pada tingkat permintaan komoditas bahan pangan di pasar.
Ekonom Sumatra Utara, Gunawan Benjamin mengonfirmasi bahwa menu MBG yang pernah dipantaunya secara langsung umumnya terdiri dari komoditas pangan seperti telur ayam, daging ayam, buncis, hingga wortel.
Berita Ekonomi: Harga Pangan di Sumut Turun Imbas Libur Sekolah dan Dapur MBG Libur Sementara
“Meskipun tetap ada komoditas lainnya yang kerap disajikan seperti susu, buah-buahan, kacang-kacangan, dan pastinya selalu ada nasi. Belakangan saat libur sekolah, dimana dapur MBG juga libur sementara, harga sejumlah komoditas pangan juga alami penurunan,” ujarnya di Medan, Rabu, 1 Juli 2026.
Khusus untuk kelompok sayur-sayuran, harga buncis pada Juni 2026 ini justru masih terpantau lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada Mei sebelumnya. Di sisi lain, harga wortel tercatat mengalami kenaikan sekitar 37 persen secara bulanan atau month to month. Sementara itu, komoditas buncis ditransaksikan relatif stabil di kisaran harga 13 ribu rupiah per kilogram sejak Mei yang lalu.
Komoditas sayuran lainnya justru tercatat mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Harga kacang panjang merosot sekitar 36 persen, tomat mengalami penurunan sebesar 16 persen, dan sawi hijau terkoreksi turun paling dalam hingga mencapai 42 persen.
Gunawan Benjamin menjelaskan bahwa pergerakan harga sayur-sayuran di Sumatra Utara secara bulanan pada Juni ini bergerak cukup volatile.
“Selain itu sayuran adalah komoditas yang mudah disubstitusi dengan komoditas lain. Artinya dapur bisa saja sewaktu-waktu mengganti komposisi dalam menu dengan sayuran jenis lainnya. Sehingga berbeda dengan permintaan untuk daging ayam maupun telur ayam yang cenderung konsisten saat ada dapur MBG beroperasi,” tuturnya.
Untuk komoditas daging ayam, tren penurunan harga sebenarnya sudah berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026 ini. Sebagai contoh, harga daging ayam di salah satu pasar di Kota Medan bergerak turun dari 43 ribu rupiah per kilogram pada Maret menjadi dikisaran harga 33 ribu rupiah per kilogram saat ini, atau mengalami penurunan sebesar 23,3 persen. Penurunan harga daging ayam di salah satu pasar tradisional di Deli Serdang juga tercatat sekitar 16 persen untuk periode yang sama.
Khusus pada bulan Juni ini, harga daging ayam di tingkat produsen mengalami penurunan dari kisaran 21 ribu sampai 22 ribu rupiah per kilogram ayam hidup pada bulan Mei, dan sempat menyentuh angka 16.500 rupiah per kilogram pada pekan kemarin. Kondisi serupa terjadi pada telur ayam yang sempat berada di kisaran 30.600 rupiah per kilogram pada Mei, namun di salah satu pasar tradisional di Deli Serdang harganya turun menjadi 28.300 rupiah per kilogram sejak 19 Juni hingga saat ini.
Gunawan Benjamin mengingatkan bahwa fluktuasi ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pihak berwenang karena ada faktor ekonomi lain yang mungkin sedang terjadi di tengah masyarakat.
“Penurunan harga daging ayam dan telur ayam bukan hanya dipicu oleh libur anak sekolah yang membuat dapur MBG libur sementara. Lebih dari itu pemerintah harus mewaspadai penurunan komoditas tersebut. Karena penurunan tersebut bisa saja mengindikasikan kemungkinan adanya tekanan besar pada daya beli masyarakat kita,” pungkasnya.(Siong)


