Jakarta, SeputarSumut — Capaian membanggakan baru saja ditorehkan oleh aktris asal Irlandia, Jessie Buckley, yang sukses mengukir sejarah pada malam penganugerahan Academy Awards ke-98. Berkat akting memukau dalam film ‘Hamnet’, Buckley dinobatkan sebagai Aktris Terbaik sekaligus menjadi perempuan Irlandia pertama yang memenangkan kategori prestisius tersebut sepanjang sejarah Oscar.
Keberhasilan ini menandai nominasi kedua bagi Buckley dalam ajang penghargaan paling bergengsi di industri film dunia tersebut. Jauh sebelum ini, namanya pernah masuk dalam jajaran nominasi Aktris Pendukung Terbaik berkat perannya yang solid dalam film ‘The Lost Daughter’.
Kilas Hiburan: Jessie Buckley Cetak Sejarah Sebagai Aktris Irlandia Pertama yang Raih Oscar Aktris Terbaik
Kemenangan besar Buckley sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat ia telah mendominasi berbagai ajang penghargaan sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu mengamankan trofi Aktris Terbaik di ajang Golden Globe, BAFTA, Actors Awards, hingga Critics’ Choice Awards.
Saat memberikan pidato di atas panggung kemenangan, Buckley dengan rendah hati memberikan apresiasi kepada rekan-rekan sesama nominasi di kategori yang sama. Ia menyatakan bahwa dedikasi serta karya para pesaingnya merupakan inspirasi besar, bahkan ia menyatakan keinginan untuk bisa beradu peran dengan mereka di masa depan.
“Karya dan ketulusan hati kalian sangat menginspirasi saya. Besar harapan saya untuk bisa berkolaborasi dengan kalian semua suatu hari nanti,” ungkapnya dengan penuh emosi.
Kehadiran keluarga besarnya di malam bersejarah itu juga menjadi momen emosional bagi Buckley, yang terealisasi berkat dukungan perjalanan dari pemerintah Irlandia. Secara khusus, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada kedua orang tuanya karena telah mendidiknya untuk menjadi pribadi yang berani mengejar mimpi besar.
Dalam proyek layar lebar arahan sutradara Chloé Zhao ini, Buckley didapuk memerankan sosok Agnes. Ia dikisahkan sebagai seorang wanita yang menjalin asmara dan jatuh hati kepada William Shakespeare, yang kala itu masih berprofesi sebagai guru bahasa Latin.
Alur cerita film ‘Hamnet’ menyoroti dinamika kehidupan rumah tangga mereka yang semula harmonis. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kepedihan luar biasa saat putra mereka yang masih berusia 11 tahun harus meregang nyawa akibat serangan wabah penyakit yang mematikan.
Film ini secara apik menggambarkan bagaimana duka mendalam keluarga tersebut bertransformasi menjadi sumber inspirasi lahirnya maha karya Shakespeare yang melegenda, ‘Hamlet’. Penjiwaan emosi yang sangat dalam dari Buckley dalam memerankan duka seorang ibu mendapat sanjungan luas dari para kritikus film maupun penonton global.
Tidak hanya kemenangan Buckley, film ‘Hamnet’ sendiri berhasil memborong total delapan nominasi di ajang Oscar tahun ini. Film ini bersaing ketat di kategori utama seperti Sutradara Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, hingga Film Terbaik, menjadikan prestasi Buckley sebagai pusat perhatian utama dalam perhelatan Academy Awards ke-98.(*/rri)


