Medan, SeputarSumut — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I SU) menyiagakan sebanyak 194 masinis atau Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) guna mengawal secara ketat standar keselamatan perjalanan di masa libur sekolah 2026. Langkah antisipasi ini diterapkan menyusul adanya lonjakan volume penumpang mencapai 9 persen pada awal musim liburan ini. KAI Sumut mendata ada sebanyak 18.152 pelanggan yang memanfaatkan jasa layanan kereta api sepanjang periode Sabtu-Minggu (20-21/6), di mana angka ini memperlihatkan kenaikan dibandingkan akhir pekan sebelumnya (13-14/6) yang mencatat 16.686 pelanggan.
Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengutarakan bahwa faktor kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, khususnya para masinis, menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Berita Ekonomi: KAI Sumut Siagakan 194 Masinis Demi Keselamatan Perjalanan Masa Libur Sekolah 2026
“Di balik setiap perjalanan yang aman dan nyaman, ada petugas yang telah melalui proses pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta evaluasi kompetensi secara berkala. Kami memastikan seluruh ASP yang bertugas memenuhi standar kompetensi dan kesehatan yang dipersyaratkan,” ujar Anwar di Medan, Senin 22 Juni 2026.
Rincian dari total 194 masinis yang disiapkan tersebut meliputi 130 personel yang merupakan ASP pada tingkat Muda dan Madya, serta 64 personel yang menempati posisi ASP tingkat Pratama. Seluruh kru yang bertugas tersebut diwajibkan sudah memiliki Sertifikat Tanda Kecakapan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan sebagai syarat mutlak sebelum diperkenankan mengoperasikan unit kereta.
Manajemen KAI Divre I Sumut juga memaksimalkan fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Crew KA demi mempermudah pengaturan penugasan serta menjamin kesiapan masing-masing personel. Pusat kendali kru tersebut saat ini tersebar di tiga area operasional, meliputi wilayah Medan, Tebing Tinggi, dan Kisaran.
Pernyataan senada ditambahkan oleh Anwar, yang mana para masinis tidak sekadar dibekali dengan sertifikasi formal, melainkan juga diharuskan mengikuti rangkaian pemeriksaan medis berkala sekaligus tes narkoba berkala. Mekanisme pengawasan ketat ini diaplikasikan demi memproteksi agar seluruh kru kereta senantiasa dalam kondisi fisik prima serta terbebas sepenuhnya dari indikasi penyalahgunaan narkotika.
Regulasi keselamatan yang mengikat para masinis dalam menunaikan pekerjaannya pun tergolong sangat ketat. Berdasarkan ketentuan dunia perkeretaapian yang berlaku, durasi dinas seorang masinis dibatasi paling lama empat jam untuk satu kali sesi penugasan. Di samping pembatasan waktu kerja, masinis beserta asisten masinis juga diwajibkan mematikan telepon seluler (ponsel) mereka semenjak awal menerima lembar kedinasan sampai dengan perjalanan kereta tuntas dilakukan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama. KAI Divre I Sumatera Utara terus memastikan seluruh masinis bekerja sesuai standar operasional yang telah ditetapkan, didukung kompetensi yang terjaga, kesehatan prima, serta pengawasan berkelanjutan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan aman dan selamat,” kata Anwar.(Siong)


