Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Senin, Mei 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Internasional

Kantor Media Pemerintah Gaza Laporkan 377 Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Sepanjang April 2026

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 2 Mei 2026
Foto Ilustrasi.(AFP)

Foto Ilustrasi.(AFP)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Pemerintah di Gaza, Palestina, melalui Kantor Media resminya mengungkapkan data mengenai eskalasi pelanggaran kesepakatan damai yang dilakukan oleh militer Israel. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat sebanyak 377 bentuk pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang terjadi di wilayah Jalur Gaza selama periode bulan April 2026.

Dampak dari rangkaian serangan dan tindakan militer dari pihak Israel tersebut dilaporkan telah memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka yang cukup besar. Sedikitnya 111 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 376 warga lainnya harus mendapatkan perawatan akibat luka-luka yang diderita selama satu bulan tersebut.

Dunia Internasional: Kantor Media Pemerintah Gaza Laporkan 377 Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Sepanjang April 2026

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 30 April 2026, otoritas di Gaza memberikan pernyataan tegas mengenai situasi ini. Mereka menyebut aksi-aksi yang dilakukan Israel sebagai bentuk pelanggaran nyata dan sangat serius terhadap poin-poin kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya oleh kedua belah pihak.

Kondisi ini dipandang sangat membahayakan keselamatan warga sipil dan merusak segala bentuk upaya yang sedang dibangun untuk menjaga stabilitas gencatan senjata. Selain itu, tindakan-tindakan tersebut dituding menjadi faktor utama yang memperparah krisis kemanusiaan yang sedang melanda masyarakat di Gaza.

Mengutip laporan dari Middle East Monitor, dokumen tersebut juga menyoroti adanya hambatan signifikan dalam proses distribusi logistik. Pihak Israel dilaporkan masih memberlakukan pembatasan yang sangat ketat terhadap akses bantuan kemanusiaan yang seharusnya masuk ke wilayah Gaza secara rutin.

Berita Terkait

Tiongkok Tegas Tolak Sanksi Amerika Serikat Terhadap Lima Perusahaan Penyulingan Minyak Iran

Amerika Serikat Akhiri Permusuhan dengan Iran Sejak Gencatan Senjata dan Batasan UU Kekuatan Perang

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Berikut adalah perbandingan rincian antara komitmen yang tertuang dalam perjanjian internasional dengan realitas capaian di lapangan selama April 2026:

Realisasi Truk Bantuan: Volume bantuan pangan dan logistik tercatat jauh di bawah kuota yang disepakati. Dari target sebanyak 18.000 truk yang seharusnya masuk, hanya 4.503 truk yang diizinkan melintas. Hal ini menunjukkan bahwa realisasi bantuan hanya mencapai sekitar 25 persen dari angka yang diharapkan.

Pasokan Bahan Bakar: Sektor energi mengalami kendala yang lebih berat dengan tingkat realisasi hanya sebesar 12 persen. Tercatat hanya ada 187 truk bahan bakar yang berhasil masuk ke Gaza dari total rencana sebanyak 1.500 unit. Kelangkaan ini berdampak fatal pada fungsi layanan publik yang krusial, mulai dari operasional rumah sakit hingga sistem distribusi air bersih dan listrik.

Tidak hanya terbatas pada peredaran barang, mobilitas manusia keluar dan masuk wilayah kantong tersebut juga mengalami pembatasan yang sangat ketat. Selama satu bulan penuh, jumlah penumpang yang diizinkan melintas hanya sebanyak 1.567 orang, angka yang sangat minim dibandingkan target 6.000 orang yang diatur dalam perjanjian, atau hanya terealisasi sekitar 26 persen.

Kantor Media Gaza menekankan bahwa statistik tersebut adalah bukti nyata dari adanya penekanan berkelanjutan terhadap ruang gerak warga sipil. Dampak dari pembatasan ini secara langsung menyulitkan para pasien yang membutuhkan pengobatan luar negeri, para mahasiswa, serta masyarakat lain yang memiliki kebutuhan kemanusiaan mendesak untuk mendapatkan akses pergerakan yang layak.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Tunjukkan Dominasi, Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026
  • Pendidikan Nasional Berusia 137 Tahun, Tapi 85 SDN di Medan Ditutup Karena Minim Murid
  • Sony Pictures Rilis Teaser Resident Evil 2026 Karya Zach Cregger Tayang 18 September
  • Mengenal Kandungan Kolesterol pada Ikan Asin dan Dampak Konsumsi Natrium Berlebih Bagi Kesehatan
  • Tiongkok Tegas Tolak Sanksi Amerika Serikat Terhadap Lima Perusahaan Penyulingan Minyak Iran
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.