Batu Bara, SeputarSumut — Insiden kecelakaan laut menimpa sebuah kapal nelayan yang mengangkut 64 orang penumpang di sekitar perairan Pulau Salah Nama, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara pada Senin (23/3/2026).
Data manifes menunjukkan bahwa puluhan penumpang tersebut terbagi menjadi dua kelompok asal daerah, yakni 33 orang yang berasal dari Kota Medan dan 31 orang lainnya yang datang dari Pekanbaru.
Kabar Daerah: Kapal Nelayan Pengangkut 64 Wisatawan Karam di Perairan Batu Bara, Seluruh Penumpang Selamat
Terkait peristiwa ini, Ipda Hendrico P. Kaban selaku Kanit Markas Polairud Batu Bara mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai adanya kapal yang mengalami karam pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB.
“Kondisi seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat di pesisir Pantai Pulau Salah Nama, sementara unit kapal pengangkutnya dipastikan sudah tenggelam,” ujar Hendrico memberikan keterangan pada Selasa (24/3/2026).
Proses pemulangan para wisatawan tersebut dilakukan melalui operasi evakuasi yang dimulai sejak Senin malam pukul 20.30 WIB, hingga akhirnya mereka berhasil bersandar di Pelabuhan Tanjung Tiram pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
Penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut diketahui berasal dari kerusakan pada bagian mesin saat sedang membawa rombongan wisatawan. Kapal nelayan ini dikemudikan oleh seorang nakhoda bernama Dayat (50), yang merupakan penduduk Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
Dalam menjalankan operasional kapal, Dayat dibantu oleh seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Amirul Taufik (26). Amirul tercatat sebagai warga Lingkungan V, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
“Pihak personel Unit Markas Polairud Tanjung Tiram bersama Sat Reskrim Polres Batu Bara telah melakukan pengambilan keterangan serta pemeriksaan terhadap nakhoda maupun ABK kapal tersebut,” lanjut Hendrico menjelaskan prosedur hukum yang berjalan.
Setibanya rombongan di Pelabuhan Tanjung Tiram, para korban selamat langsung disambut dengan acara upah-upah sebagai bentuk penguatan mental oleh Bupati dan Kapolres setempat, sembari dijamu dengan santapan makanan dan minuman.
Rangkaian proses penanganan darurat ini diakhiri pada pukul 04.00 WIB, di mana seluruh wisatawan mulai diberangkatkan pulang dari pelabuhan menggunakan bus milik Pemkab Batu Bara serta kendaraan pribadi menuju rumah masing-masing.(*/mst)


