Deli Serdang, SeoutarSumut — Satu lokasi peternakan ayam potong ludes akibat musibah kebakaran hebat yang melanda wilayah Desa Pulau Tagor II, Dusun Bangun Sari, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (26/5/2026) sore. Insiden tersebut dilaporkan tidak sampai memakan korban jiwa maupun luka-luka, akan tetapi akumulasi kerugian material dari pemilik usaha diperkirakan menyentuh angka miliaran rupiah.
Kronologi peristiwa berdasar data yang berhasil dikumpulkan mengindikasikan bahwa kemunculan api diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Kobaran api tersebut dengan cepat merembet lalu menghanguskan seluruh bangunan utama kandang ayam, area tempat tinggal para karyawan, hingga aneka macam barang berharga yang disimpan di dalam kompleks peternakan tersebut.
Kabar Daerah: Kebakaran Hebat Hanguskan Peternakan Ayam Potong Milik Regon di Deli Serdang, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Peternakan yang mengalami musibah ini diketahui merupakan milik seorang pengusaha bernama Regon. Pihak berwenang bersama pemilik tempat usaha saat ini dikabarkan masih terus melakukan proses pendataan guna memastikan jumlah pasti dari total kerugian material yang diakibatkan oleh bencana tersebut.
Upaya penjinakan si jago merah di lapangan dilakukan dengan mengerahkan tiga regu petugas pemadam kebakaran ke tempat kejadian perkara. Kendati demikian, proses pemadaman sempat mengalami hambatan besar lantaran banyaknya tumpukan material yang mudah terbakar di area tersebut, sehingga membuat kobaran api meluas dengan sangat cepat dan melumat hampir seluruh fisik bangunan di kawasan peternakan.
Kondisi kepanikan di lokasi juga disampaikan oleh seorang warga setempat bernama Supri. Ia memaparkan bahwa masyarakat sekitar sebenarnya sempat berinisiatif untuk memberikan pertolongan darurat guna memadamkan kobaran api, namun skala amukan api yang sudah terlalu masif membuat upaya tersebut menjadi sangat sulit dikendalikan.
“Peternakan ayam ludes terbakar, warga berdatangan ke lokasi tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena api sangat besar. Tidak ada korban luka, tapi kerugian dikabarkan miliaran rupiah,” ujarnya.
Sejumlah kesaksian dari warga di sekitar lokasi juga menyebutkan bahwa armada petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi rintangan saat bergegas menuju ke titik kebakaran. Kendala mobilitas tersebut disebabkan oleh letak geografis lokasi peternakan yang memiliki jarak cukup jauh serta kondisi akses jalanan yang tergolong sempit untuk dilalui mobil pemadam.
Amukan si jago merah baru bisa dikendalikan dan dipadamkan secara total oleh petugas setelah proses penyemprotan air berlangsung selama beberapa jam. Sampai dengan saat ini, kepastian mengenai faktor utama penyebab musibah kebakaran ini masih harus menunggu rampungnya agenda penyelidikan lebih mendalam yang dikerjakan oleh pihak-pihak terkait.(*/mst)


